| Senin, 05 Februari 2007 | SEMARANG |
Masjid Al Wali Habiskan Dana Rp 6 MiliarSIAPA saja yang masuk ke Masjid Al Wali Jl Ketileng Raya 21 diharapkan senantiasa ikhlas beribadah, seperti yang dilakukan para wali yang tergabung dalam Walisongo, saat melakukan syiar Islam zaman dulu. Harapan itu disampaikan Ketua Panitia Drs Sunardi D Santoso pada Wakil Gubernur H Ali Mufiz MPA saat meresmikan bangunan itu, Jumat (2/2). Di hadapan jamaah, dia juga mengutarakan, masjid yang berukuran 999 m2 dan dibangun di atas tanah seluas 5.000 m2 itu nantinya juga akan dilengkapi gedung serbaguna. ''Bayang-bayang kesulitan dalam kehidupan dunia modern yang harus dihadapi anak cucu di masa mendatang, telah memunculkan gagasan untuk membangun masjid yang representatif dan monumental,'' tuturnya. Masjid Demak Masjid Al Wali memang cukup megah. Dengan mengadopsi Masjid Agung Demak, tempat ibadah itu diharapkan mampu menanamkan kesinambungan budaya masa lalu yang religius konservatif dan budaya masa depan yang penuh harapan. Masjid yang dibangun memiliki dua lantai ini, dirancang untuk menampung 1.500 orang. Ali Mufiz berharap, kemegahan masjid tidak hanya terlihat pada saat peresmian, namun juga dalam di masa-masa mendatang. Tempat ibadah itu tidak hanya menjadi tempat beribadah secara agamawi, tapi juga bermanfaat untuk ibadah sosial. ''Dalam perjalanannya ke depan, semoga masjid ini bisa memakmurkan umat Islam yang ada disekitarnya. Adanya keanekaragaman di masyarakat bukan menimbulkan pertentangan, justru dengan perbedaan bisa menjadi modal persahabatan menuju kemakmuran,'' ujarnya. Masjid yang menghabiskan dana Rp 6 miliar lebih merupakan salah satu masjid besar di Kota Lumpia ini. (Widodo Prasetyo-18) |