| Senin, 05 Februari 2007 | SEMARANG |
Jembatan Gantung AmbrolSEMARANG - Akibat gerusan air Kali Plumbon, jembatan gantung di Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, ambrol, Jumat (2/2) malam. Namun setelah diperbaiki secara gotong-royong oleh warga, jembatan yang menghubungkan wilayah Plumbon Kidul dan Plumbon Wetan itu untuk sementara bisa digunakan lagi. Namun baru pejalan kaki yang bisa lewat. Kendaraan roda dua masih harus berjalan memutar sejauh kurang lebih 2 km melewati Jalan Raya Semarang-Kendal. Menurut penuturan Sapuan (60) seorang warga, jembatan berukuran panjang 18 m dan lebar 1,5 meter itu ambrol saat Kali Plumbon berarus deras. ''Malam itu, di daerah selatan dan sini hujan lebat. Jam berapa ambrolnya, kami tidak tahu. Tahu-tahu pagi hari sudah begini,'' kata Sapuan. Kerusakan jembatan gantung Kali Plumbon cukup parah. Fondasi sebelah timur patah dan miring ke arah barat. Hal itu berpengaruh pada posisi kawat sling, hingga lantai jembatan yang terbuat dari batang bambu miring hampir 90 derajat. Agar bisa difungsikan kembali, warga bergotong-royong memperbaikinya. Minggu (4/2) pagi, mereka membetulkan kembali lantai jembatan yang miring dan membuat titian sementara dari bambu. Pengamatan Suara Merdeka di lapangan, Minggu (4/2) siang, jembatan gantung sudah bisa digunakan warga untuk menyeberang, namun baru sebatas pejalan kaki. ''Bagi warga Plumbon, jembatan ini punya fungsi penting, karena penghubung antar-RT di wilayah RW 3. Kalau ndak ada jembatan ini, kami harus berjalan memutar sejauh dua kilo meter melewati Jalan Raya Semarang-Kendal,'' papar Kasmani, Ketua RT 8 RW 3. Dia menjelaskan, jembatan gantung Kali Plumbon dibangun oleh mahasiswa KKN Undip pada 1987. Jembatan itu memanfaatkan fondasi bekas jembatan lori zaman Belanda. Mahasiswa dan warga menambahi tiang pengait kawat sling yang menyangga lantai jembatan. ''Setahun lalu, kawat sling di bagian selatan putus. Namun oleh warga segera diperbaiki. Sekarang gantian pondasinya yang ambrol. Tadi (kemarin-Red) Pak Lurah dan Pak Camat sudah meninjau lokasi. Mereka minta warga segera mengajukan proposal bantuan perbaikan ke Pemkot atau Pemprov.'' Warga, ujar Kasmani, memenuhi permintaan itu. Mereka sedang menyusun proposal agar jembatan itu dijadikan permanen. (H6-62) |