| Senin, 05 Februari 2007 | SEMARANG |
SMS Cinta yang Membikin BingungTOPIK seputar cinta dan remaja selalu menarik untuk dikupas. Berbagai pertanyaan unik kerap muncul dari para perserta yang umumnya ABG, seperti pada acara bincang-bincang "Manajemen Cinta Remaja Muslim" di SMP Hidayatullah Jl Cemara Raya 290, Sabtu (3/2), Acara ini dihadiri 200-an siswa kelas 8 dan 9. "Bu, kalau tidak pacaran tapi kerap kirim SMS dan telepon teman wanita yang kita sukai, itu gimana sih," tanya seorang siswa pria. Psikolog selakigus penulis novel fiksi remaja muslim, Intan Savitri atau lebih dikenal dengan Izzatul Jannah (Ije) dengan lugas menjawab, jika isi SMS atau telepon itu nantinya membuat kita berfikir negatif, lebih baik dihentikan. Jika terus dilakukan tidak menutup kemungkinan akan menjurus pada zina. Ije yang sudah menulis 11 novel remaja dan keluarga serta 20 buku nonfiksi remaja, perkawinan, dan pengembangan pribadi itu, berharap agar para siswa dapat mengelola cinta dengan sehat. Pasalnya, cinta yang sebenarnya fitrah/karunia dari Allah sering disalahgunakan. Penyebabnya antara lain, kata dia, tidak ada teman untuk diajak curhat tentang seks, bergaul dengan orang yang salah, suka menyalahkan orang lain, tipis iman, suka merangsang diri sendiri, dan tidak punya kegiatan positif. Banyak orang lupa untuk menjadikan Allah sebagai pusat cinta. "Bisa nggak pacar kalian memberi oksigen untuk dihirup setiap hari. Dapatkah ia memberi kalian kesehatan. Cuma Allah yang bisa memberikan semua itu." Bentengi Diri Kendati terdengar kuno, kata dia, para siswa hendaknya dapat membentengi diri agar dikemudian hari tidak mengalami efek salah gaul seperti hamil di luar nikah, terkena penyakit menular seksual, aborsi, dan sebagainya. "Wajib sebagai seorang muslim untuk selalu menjaga pandangan dan auratnya. " Langkah preventif lain, menurut mahasiswi S2 Psikologi UGM itu, adalah tidak pergi berduaan dengan lawan jenis maupun bersentuhan kulit dengannya. Berinteraksi dengan lawan jenis pun harus memiliki agenda yang jelas. Dan yang tak kalah pentingnya, imbuh penulis buku "Apa Kabar Cintaí", "Setitik Kabut Selaksa Cinta", dan "Menara Langit" itu, semua remaja harus memiliki kegiatan positif dan prioritas hidup yang jelas. Anjuran yang dilontarkan Ije, mungkin oleh sebagian orang terkesan sebagai bentuk larangan. Namun hal itu bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, sambung dia, menurut hasil survei Yayasan Pelita Ilmu, 42% remaja sudah pernah melakukan seks di luar nikah. Kemudian 52% di antaranya bahkan masih aktif melakukannya. "Kebanyakan adalah remaja dari keluarga broken home, pecandu narkoba, dan pelaku pergaulan bebas." Usai acara, Ije berharap agar orang tua juga turut aktif mengawasi pergaulan buah hatinya. Tindakan menghakimi yang kerap dilakukan, hendaknya tidak lagi diterapkan pada anak. Peran media juga memberi kontribusi besar bagi perilaku anak dan remaja. (Ida N-18) |