| Senin, 05 Februari 2007 | SEMARANG |
PPI Tambaklorok Diharapkan Efektif setelah Musim BaratanSEMARANG- Musim baratan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret, dipandang sebagai salah satu faktor penyebab masih sepinya PPI Tambaklorok. Karena gelombang masih besar, banyak nelayan yang belum melaut. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Semarang Ida Purnomowati, Minggu (4/2), terkait dengan belum adanya nelayan yang merapat di PPI Tambaklorok. Kendati pengelolaan sudah diserahkan ke Puskud Mina Baruna, pihaknya tetap memantau. ''Kami berharap, setelah musim baratan selesai, operasionalisasi PPI Tambaklorok bisa efektif. Mudah-mudahan, Maret mendatang musim barat sudah selesai dan kegiatan di PPI bisa berangsur normal,'' kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya, nelayan masih enggan menjual tangkapan ke PPI Tambaklorok, meskipun pelabuhan itu resmi beroperasi sejak Kamis (1/2). Nelayan masih enggan menjual tangkapan ke tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola Puskud Mina Baruna itu. Pasalnya, belum ada pembeli di sana. Ditambah lagi, ombak masih sangat tinggi, padahal lokasi itu tak dilengkapi dam pemecah gelombang. Ida menjelaskan, hari ini (5/2), DKP akan bertemu Kepala PPI Tambaklorok untuk membahas permasalahan tersebut. Selanjutnya, koordinasi juga akan dilakukan dengan para pedagang ikan yang beroperasi di pelabuhan pendaratan lama. ''Peran bakul-bakul tak bisa dipandang enteng dalam pengoperasian PPI. Kalau bakul tak mau datang, bagaimana mungkin PPI bisa jalan,'' tuturnya. Kalau tidak ada aral, kata dia, para pedagang ikan akan dikumpulkan Selasa (6/2). Mereka diminta untuk mengalihkan aktivitas ke PPI Tambaklorok sehingga nelayan mau melelang hasil tangkapannya di tempat tersebut. Dia mengakui, tak mudah mengubah kebiasaan nelayan, untuk merapatkan perahunya ke pelabuhan baru. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya bertahap, termasuk mendekati para pedagang. (H9-62) |