logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 KEDU & DIY
Line

RS Dr Sardjito Tes Sendiri Virus Flu Burung

YOGYAKARTA-Jarak dan waktu, tampaknya cukup mengganggu penanganan kasus flu burung. Terutama untuk mengetahui secara pasti seseorang benar-benar terjangkit virus H5N1 saja harus membawa contoh dahak dan darah ke Balitbang Depkes RI di Jakarta. Karena itu, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta berencana melakukan tes sendiri agar proses penanganan pasien dengan dugaan flu burung lebih cepat.

Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung RSUP Dr Sardjito, Dr Sumardi mengungkapkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UGM untuk penggunaan laboratorium bioteknologi. Jadi, kelak kalau ada pasien dengan dugaan terkena flu burung, tak perlu membawa contoh dahak dan darahnya jauh-jauh ke Jakarta namun cukup di Yogyakarta saja.

''Dengan begitu kami menghemat waktu, tenaga, karena tak kurang dari 24 jam sudah bisa mengetahui hasilnya.. Tentu saja laboratorium tersebut harus sesuai dengan standar Depkes,'' tandasnya baru-baru ini. Ia berharap pemerintah memberikan dukungan penuh pada langkah tersebut.

Memang, selama ini pasien yang diduga flu burung cemas menunggu hasil tes dari Jakarta karena paling tidak harus dua hari. Bahkan ada kejadian lucu namun memprihatinkan, seseorang yang diduga flu burung karena menunggu hasil tes, bisa jalan-jalan dan merokok di selasar atau lorong-lorong rumah sakit.

13 Positif

Pada bagian lain, Kepala UPT Poskeswan pada Kantor Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta, drh Aladria mengungkapkan, sejak awal tahun ini sudah terjadi 115 kasus kematian unggas yang dilaporkan. Pihaknya sudah melakukan penelitian dan hasilnya 13 di antaranya positif flu burung. Pihaknya juga mencatat ada beberapa daerah dengan kematian unggas mendadak dan ternyata hasil tes menyebutkan positif flu burung. (D19-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA