logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 KEDU & DIY
Line

Berebut Air Enceh di Makam Imogiri

KOMPLEKS makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul Jumat (2/2) mendadak ramai dikunjungi ratusan peziarah. Mereka datang dari DIY dan Klaten, Purworejo dan Magelang. Mereka tak hanya datang berdoa seperti hari-hari baisa, tapi juga berebut mendapatkan air dalam prosesi ritual nguras enceh atau kong gentong yang digelar setahun sekali bertepatan dengan hari Jumat kliwon pada bulan Sura.

Sebelum ritual inti dimulai, didahului prosesi kirab pusaka siwur (gayung terbuat dari batok kelapa) dari kantor kecamatan setempat menuju kompleks makam. Kirab itu dilakukan sehari sebelum prosesi inti. Pusaka siwur kemudian disemayamkan di pendapa masjid Sultan Agung yang berada di tangga terbawah jalan ke makam.

Prosesi inti itu diawali abdi dalem dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan abdi dalem dari Keraton Kasunanan Surakarta pembacaan doa di hadapan empat buah enceh yang berada di depan gerbang makam Sultan Agung Hanyokrokusumo. Ritual nguras enceh dipimpin KTH Hastononegoro (Tumenggung Keraton Ngayogyakarta) dan KPH Suryonegoro (Tumenggung Keraton Kasunanan Surakarta).

Air Enceh Dikuras

Abdi dalem Keraton Surakarta yang memakai baju jawa warna putih membacakan doa di depan enceh Kyai Mendung dan enceh Nyai Siyem. Sementara abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memanjatkan doa di depan enceh Kyai Danumurti dan enceh Kyai Danumaya. Usai pembacaan doa satu persatu enceh mulai dikuras, caranya memaksukkan air kedalam enceh sampai penuh. Sebelum itu semua isinya dibersihkan dengan siwur.

Tumpahan air encehdiperebutkan peziarah. Warga rela berdesak-desakan untuk sekadar bisa membasuh mukanya menggunakan air bekas kurasan enceh.''Setiap tahun saya datang. Mengambil air bekas kurasan enceh pulang,'' ujar Gimo (60) warga Delanggu, Klaten.

Dia percaya jika meminum atau membasuhkannya ke muka, akan mendapatkan berkah. Sama halnya apa yang dilakukan Pariyem (50) asal Godean, Sleman. Dia mengaku sangat senang bisa membawa pulang air kurasan.''Nanti akan saya masukkan kedalam bak mandi, biar sekeluarga mendapat berkah kesehatan,'' ujarnya.

Sebagian besar peziarah menggunakan botol bekas air mineral untuk membawa air pulang. Sebagian lagi hanya membasuh muka ditempat, yang dipercaya bisa menjadikan awet muda.(Sholahuddin Al-ahmed-39) ''


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA