logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 KEDU & DIY
Line

Wali Kota : Relokasi Tak Bisa Ditawar Lagi

  • Bukan Program Ecek-ecek

YOGYAKARTA-Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto bersikeras tetap akan merelokasi pedagang klithikan di Jl Mangkubumi ke eks Pasar Kuncen Jl HOS Cokroaminoto. Menurutnya rencana itu sudah tak bisa ditawarkan lagi. Alasannya, jalan tersebut akan dibuat ruang publik dan dibangun taman.

''Kami akan bertanggungjawab meramaikan lokasi baru yang akan ditempati pedagang klithikan. Caranya membantu pemasarannya. Pedagang tak perlu khawatir tempat jualan menjadi sepi,'' katanya, Sabtu (3/2).

Menurut dia, program relokasi ke eks Pasar Kuncen tersebut bukan program sembarangan. Tapi program yang terencana untuk menata kota Yogyakarta yang lebih indah dan tertib. Dia menganggarkan Rp 7 miliar untuk menata lokasi baru pasar barang antik dan klithikan.

''Dana Rp 7 miliar itu bukan pogram ecek-ecek. Kami justru menginginkan pedagang menjadi lebih baik nasibnya,''katanya.

Dikatakan, dengan dibangunnya lokasi yang baru maka pedagang klithikan bisa lebih leluasa berdagang dan semoga menjadi tempat ramai meski tempatnya di pinggiran kota.

Menurutnya, selama ini pedagang klithikan berjualan di Jl Mangkubumi hanya tiga jam, di lokasi baru eks Pasar Hewan Kuncen bisa berjualan satu hari penuh, bahkan bisa 24 jam.

Seperti diberitakan (SM 2/2), ratusan pedagang klitikan demostrasi di Balai Kota Yogyakarta menolak relokasi. Mereka sempat berdialog dengan Wakil Wali Kota Hariyadi Suyuti, namun belum menemukan hasil.

Ketua Paguyuban Pedagang Klitikan Mangkubumi (Pethikbumi), Roldi Firdaus mengatakan, relokasi pedagang bukan solusi untuk menata kawasan Jl Mangkubumi.

Menurutnya, pedagang hanya berjualan tiga jam dan sebagian besar tak memakai tenda. Berbeda dengan pedagang di Jl Malioboro yang memakai tenda dan berjualan sampai larut malam.

''Kalau kami tergolong tertib tak seperti pedagang di Malioboro tapi mengapa kami yang selalu diusik dan mereka tidak,'' tambahnya.(H33-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA