logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Februari 2007 KEDU & DIY
Line

Perjalanan KA Mengalami Keterlambatan

  • Akibat Jakarta Banjir

YOGYAKARTA-Guna mengurangi kepadatan perjalanan kereta api dengan tujuan stasiun di Jakarta, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta mengurangi jadwal keberangkatan.

Solusinya PT KAI menggabung perjalanan dua kereta api menjadi satu rangkaian gerbong.

''Beberapa stasiun di Jakarta kini terjadi penumpukan kereta karena tak jalan. Bahkan stasiun kereta api juga dijadikan tempat pengungsian warga akibat banjir. Karena itu untuk mengurangi kepadatan perjalanan, beberapa kereta api terpaksa digabung,'' kata Kepala Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Mochtadi saat dikonfirmasi Minggu (4/2).

Dijelaskan, penggabungan itu mulai diberlakukan Minggu (4/2) sampai kondisi di Jakarta kembali normal. Beberapa perjalanan KA yang digabung, antara lain KA ekonomi Bengawan jurusan Solo-Tanah Abang digabung dengan KA ekonomi Progo jurusan Yogyakarta-Pasar Senen. Kemudian KA bisnis Senja Utama Solo digabung dengan KA bisnis Senja Utama Yogya.

Menurut dia, KA eksekutif Argolawu digabung dengan KA Taksaka. Sedang untuk KA Argo Dwipangga, kata Mochtadi, tetap diberangkatkan tak digabung. KA Bengawan yang biasanya menarik 10 gerbong dan KA Progo yang biasanya juga menarik 10 gerbong, ketika digabung menarik 12 gerbong.

Dikatakan, penggabungan beberapa kereta api dari Yogyakarta tujuan Jakarta, tidak terlalu mengganggu kenyamanan penumpang. Sebab, ketika daerah Jakarta dilanda banjir, penumpang dari Yogyakarta tujuan Jakarta mengalami penurunan yang signifikan. Sehingga penggabungan itu menjadikan PT KAI lebih efisiensi.

Ditambahkan, sejak banjir melanda Jakarta dan menggenangi beberapa stasiun di sana, semua perjalanan kereta api menjadi terganggu. Jadwal keberangkatan dan kedatangan KA mengalami keterlambatan rata-rata 6-7 jam. KA eksekutif Argolawu misalnya, mengalami keterlambatan sekitar delapan jam.

Antisipasi Banjir

Untuk mengantisipasi banjir, kata Mochtadi, pihaknya menyiapkan ratusan karung berisi pasir dan batu (sirtu). Menurutnya sepanjang jalur dari Kutoarjo - Yogyakarta- Solo -Sragen yang masuk wilayah Daop VI Yogyakarta, terdapat beberapa titik rawan banjir.

Di sepanjang jalur itu, kata dia, terdapat beberapa titik lalu lintas kereta api yang rawan banjir, misalnya di sepanjang jalur antara stasiun Delanggu hingga Ceper yang berada di Kabupaten Klaten.

Untuk meminimalisasi kecelakaan pada musim hujan ini, pihaknya mengeluarkan kebijakan agar kereta api mengurangi kecepatan. Tujuannya meminimalkan kecelakaan. Kereta api eksekutif biasanya melaju 100 km/jam, mulai 31 Januari 2007 diturunkan 80 km/jam. Kereta api bisnis dari 80 km/jam diturunkan menjadi 60 km/jam. (H33-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA