| Jumat, 26 Januari 2007 | OLAHRAGA |
Pengprov Wajib Gelar TC SentralisasiSEMARANG- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng mewajibkan setiap Pengprov cabang olahraga (cabor) untuk menggelar TC (training centre) sentralisasi untuk menghadapi babak kualifikasi PON VII. Untuk pelaksanaan TC itu, KONI akan memberikan subsidi tambahan anggaran selama dua bulan. Penegasan itu dikemukakan Wakabid Binpres KONI Jateng Mugiyo Hartono kepada Suara Merdeka di Kantor KONI Kompleks GOR Jatidiri, kemarin. Menurut dia, dalam waktu dekat KONI akan membentuk tim monitoring untuk memantau pelaksanaan TC sentralisasi di setiap cabang olahraga. "Tujuan TC sentralisasi agar atlet lebih fokus dalam berlatih sehingga mereka mencapai puncak penampilan dalam menghadapi kualifikasi. Selain itu, secara psikologis kami perlu menumbuhkan semangat juang serta kebanggaan terhadap Jawa Tengah," kata Mugiyo. Tim monitoring yang akan dibentuk KONI akan mulai efektif bekerja pada awal Februari. Tim ini akan memantau secara umum pelaksanaan TC antara lain untuk mengetahui kesehatan, akomodasi, konsumsi, dan kendala-kendalanya. Monitoring Teknis Tim ini nantinya beranggotakan pengurus KONI, Biropora Setda Jateng, Pengprov dan anggota DPRD. "Mereka diharapkan bisa mengetahui secara langsung di lapangan tentang pelaksanaan Pelatda serta kendala-kendalanya," kata Mugiyo. Tim lainnya yaitu monitoring teknis. Tim ini telah dibentuk sejak lama yang terdiri atas ahli-ahli olahraga dari berbagai perguruan tinggi. Mereka telah turun melakukan peninjauan secara teknis pelaksanaan Pelatda di berbagai cabang olahraga. Jadwal pelaksanaan babak kualifikasi PON setiap cabang olahraga waktunya berbeda-beda. Jateng telah menyiapkan lebih dari 900 atlet unutk terjun di babak kualifikasi. Separuh dari jumlah atlet itu tergabung dalam Pelatda Jangka Panjang (PJP). Mereka akan turun di 43 cabang yang akan dipertandingkan dalam PON 2008. Menurut rencana seluruh atlet tersebut akan dikukuhkan oleh Gubernur Jateng Mardiyanto pada Maret. (H32-28 ) |