logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Januari 2007 OLAHRAGA
Line

Bank Jateng Diminta Tutup Kekurangan Dana SPBJ

SEMARANG- Kompetisi Proliga bola voli indoor diputar mulai 23 Februari mendatang. Namun hingga kini, Tim Semarang Pemkot Bank Jateng (SPBJ) masih terbelit masalah pendanaan. Dari Rp 1,3 miliar yang dibutuhkan, baru tersedia Rp 750 juta.

Kekurangan sebesar Rp 550 juta tersebut terungkap dalam acara 'Senandung Malam Keakraban bersama Tim Voli Proliga SPBJ' di Hotel Serrata Selasa malam lalu. Acara itu dihadiri Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan, Wawali Kota Semarang Mahfudz Ali, Asisten IV Pengprov Jateng Slamet Budi Prayitno, dan Dirut Bank Jateng Hariyono.

Acara malam itu dimanfaatkan pula untuk penggalangan dana. Sayang hal itu kurang menarik perhatian pengusaha dan pejabat. Terbukti dari 150 undangan, yang hadir kurang dari 30 orang. Dari jumlah itu pun, hanya 11 orang yang mau merogoh kantongnya, sehingga terkumpul Rp 53,350 juta. Sumbangan tersebut di antaranya dari Dirut Bank Jateng Hariyono sebesar Rp 10 juta dan Kapolwiltabes Semarang Kombes Drs Guritno Sigit Wiranto MBA Rp 5 juta.

"Kekurangannya akan dicarikan dari sumber lain, di antaranya dari Gubernur Jateng. Lewat Asisten IV Slamet Budi Prayitno, gubernur sudah menjanjikan bantuan," jelas Sekretaris Tim SPBJ Suhantoro SE.

Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Semarang Mahfudz Ali ikut prihatin atas kondisi yang dihadapi ti bola voli Semarang itu. Ia meminta kepada Bank Jateng untuk menutup kekurangannya. Sebab, bank yang menjadi sponsor utama itu baru menyumbag Rp 250 juta.

"Pemerintah Kota Semarang sudah menyumbang dana Rp 500 juta, sehingga paling tidak sumbangan Bank Jateng bisa setara dengan yang telah dikuncurkan oleh Pemkot. Apalagi Bank Jateng memiliki wilayah kerja yang lebih luas," pintanya. (C16-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA