| Jumat, 26 Januari 2007 | OLAHRAGA |
AUSTRALIAN OPENSerena Tantang Sharapova di FinalMELBOURNE - Juara tujuh kali grand slam, Serena Williams, harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menundukkan petenis belia asal Ceko, Nicole Vaidisova, 7-6(7-5), 6-4 pada pertandingan semifinal Australia Terbuka di Melbourne, kemarin. Dia akan menantang Maria Sharapova di final. Sharapova, petenis Rusia yang menjadi unggulan teratas, melangkah ke final setelah menyingkirkan Kim Clijsters 6-4, 6-2 pada petualangan terakhir petenis Belgia itu di Australia Terbuka. Bagi Williams, penampilannya di final Australia Terbuka adalah yang pertama setelah dua tahun. Ia ingin menjadi petenis non-unggulan pertama yang memenangi gelar Australia Terbuka sejak 1987 saat Chris O'Neil mengangkat trofi. Petenis putri Amerika Serikat (AS) yang telah memenangi gelar Australia Terbuka dua kali itu merasa sangat gembira setelah absen sekian lama karena cedera yang membuat peringkatnya merosot ke posisi 81 dunia. Dengan hasil di Australia Terbuka itu membuat peringkatnya naik ke posisi 20 besar dunia. Clijsters Pensiun Sementara itu, Sharapova (19) tidak memberi sedikitpun ruang untuk bernapas bagi Kim Clijsters. Dia dan tidak menunjukan sedikit pun belas kasihan saat menyingkirkan petenis Belgia itu dan menjadi petenis Rusia pertama yang melaju ke final Australia Terbuka. "Cukup disayangkan karena Kim adalah seorang contoh juara, baik di dalam atau di luar lapangan," katanya mengomentari Clijsters. Usai pertandingan, Sharapova dan Clijsters mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Clijsters yang menjadi runner-up Australia Terbuka 2004 mengatakan, akan merindukan semua yang berkaitan dengan Australia setelah ia menggantung raket. "Saya akan merindukannya," katanya dengan menambahkan, "Saya merasa sangat senang dan saya meminta maaf karena tidak dapat tampil lebih baik hari ini. Tetapi saya baru saja bermain melawan petenis yang lebih baik." Namun demikian, Clijsters berjanji akan kembali ke Australia sebagai penonton setelah menikah dengan pemain basket Brian Lynch pada akhir tahun. "Saya pasti kembali," katanya. Rekor Federer Petenis nomor satu dunia Roger Federer menyamai rekor tujuh kali beruntun mencapai final turnamen Grand Slam, setelah menundukkan pesaingnya asal Amerika Serikat Andy Roddick 6-4, 6-0, 6-2 hanya dalam waktu satu jam 23 menit. Federer, yang akan menghadapi unggulan 10 asal Cile Fernando Gonzalez atau unggulan 12 asal Jerman Tommy Haas, pada final yang akan digelar Minggu. Gonzalez dan Haas akan bertanding pada semifinal hari Jumat ini. Federer menyamai rekor tujuh kali mencapai final turnamen Grand Slam, yang dipegang sejak 1934 oleh petenis Australia Jack Crawford. "Memenangi pertandingan merupakan sesuatu yang paling bagus, namun memecahkan rekor yang tidak pernah Anda impikan, merupakan sesuatu yang luar biasa," kata Federer. Federer juga meningkatkan langkah tidak terkalahkannya menjadi 35 pertandingan dan meningkatkan rekor menang-kalah dengan Roddick menjadi 13-1. Federer mencapai final Australia Terbuka dengan tidak kehilangan satu set pun dalam enam pertandingannya. Pria terakhir yang melakukan hal itu adalah petenis AS Michael Chang pada 1996. (ant,rtr,A4-28) |