| Jumat, 26 Januari 2007 | WACANA |
Surat PembacaAjaran UniversalPada acara jonggringan (sarasehan) di Jl Muria Salatiga baru-baru ini digelar ajaran Kawruh Jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram. Banyak manfaat yang bisa dipetik sebab pokok pikirannya melintasi sekat agama, kebudayaan, etnik, sosial dan politik. Proses transfer bersifat dialektis, tak ada dogma, tak ada doktrin. Semua mengalir pada muara yang sama yaitu bagaimana mencapai keluhuran budi pekerti. Orang yang luhur budi pekertinya pasti orang bijaksana. Orang bijaksana pasti bisa mengendalikan emosi atau nafsu menange dewe dan benere dewe. Basis ajarannya lebih menitikberatkan pada pengetahuan roso (rasa). Rasa di sini akan dikembalikan kepada masing-masing individu. Jika perasaan tidak enak diteruskan, niscaya akan berakibat pada ketidaknyamanan bagi dirinya sendiri dan pihak lain. Bila hal ini berlangsung lama akan mengakibatkan stres atau sakit jiwa. Sadar bahwa rasane wong nesu itu tidak enak, lebih baik jangan marah. Hidup pilih enak tetapi juga bisa mengenakkan orang lain. Artinya, jangan hanya diri kita yang enak sementara orang lain menderita. Ini namanya hidup mengabdi pada roso asor yang hanya ada dalam pribadi. Bagaimana rahasia untuk menjadi orang bijaksana, Ki Ageng menawarkan konsep kere wojo. Kere wojo adalah tabir atau tirai baja atau tameng baja yang selalu ada dalam hati untuk melindungi serangan dari luar. Serangan dapat menyebabkan marah ketika dihina dan dikritik dan untuk melindungi agar kita tidak sombong atau bangga ketika dipuja. Tameng baja bukan berupa benda tetapi hasrat untuk selalu mawas diri dan eling. Selalu sadar untuk memproses semua rangsangan atau keinginan (karep) dengan kebeningan roso. Dalam kebeningan roso inilah bisa membedakan antara yang merusak dan yang membangun. Suprayitno Jl Tlogomukti Tmr I/878, Semarang. *** Apa Kabar Telkomsel ? Saya pakai kartu Simpati Telkomsel yang pada 31 Desember 2006 butuh komunikasi ternyata tidak bisa karena saluran sibuk. Bahkan ketika mengirim SMS juga gagal. Kejadian seperti itu tidak hanya tahun baru lalu saja tetapi juga pada Idul Fitri. Saya kecewa terhadap layanan Telkomsel karena momentum seperti itu sangat penting bagi saya maupun bagi konsumen lainnya. Saya yakin hal itu tidak terjadi pada diri saya tetapi masih banyak konsumen lain yang dirugikan atas layanan itu. Seharusnya pihak Telkomsel sudah mengantisipasi sehingga konsumen tidak dirugikan. Saya menghargai niat baik dari pihak telkomsel yang sudah meminta maaf baik melalui media massa maupun lewat SMS ke pelanggan Telkomsel tetapi yang terpenting bagi saya adalah ke depan bagaimana agar pelayanannya lebih baik. Ismono SKom JI Tmn Borobudur Utr XII/11, Semarang *** Kelainan Sendi Kaki Saya pria usia 20 tahun ingin minta bantuan sehubungan sejak SMP sampai sekarang menderita kelainan persendian kaki kanan (pertemuan antara kaki dengan tubuh). Kaki kanan tidak bisa lurus jika dipakai selonjor dan terasa sangat sakit kalau pagi hari. Rukuh saya tidak sempurna karena kaki kanan saya tidak bisa lurus menyiku dengan punggung dan harus sedikit ditekuk sehingga berkesan seperti membungkuk, padahal punggung saya tidak apa-apa. Hal tersebut membuat saya malu jika shalat berjamaah karena sering ditegur jamaah lain. Pernah berobat ke RS Dr Kariadi saat masih SMP, tapi hasilnya menunjukkan pungung saya tidak mengalami kelainan. Karena persendian kaki kanan begitu sakit sehingga saya simpulkan kelainan ada pada persendian kaki. Sudah banyak ahli pijat saya datangi serta terapi tetapi hasilnya nihil. Terakhir saya berobat di daerah Watugong Banyumanik, nihil juga. Para ahli pijat beri keterangan yang berbeda. Mohon bantuan pembaca untuk memberi solusi harus berobat ke mana. Luqman Hakim Penggaron Lor Rt 5/Rw 3, Semarang *** Belajar Diek Doank Alam sebenarnya menurut saja kemauan orang. Hutan dibabat habis hingga mengakibatkan banjir sebab akar pohon tidak bisa menyerap air. Juga menangkap ikan dengan cara dibom sehingga mengganggu ekosistem kelautan. Karangnya mati yang mengakibatkan ikan tak bisa berkembang biak dengan baik. Para perusak alam seharusnya bisa belajar dari Diek Doank, penyanyi sekaligus presenter yang mengajarkan pada anak-anak bagaimana mencintai alam. Dia mengadakan sekolah alam di tempat tinggalnya di lembah Kandank Jurank Doank di Tangerang. Saat liburan sekolah, anak-anak diajarkan bagaimana memandikan kerbau, menanam padi, memerah susu sapi dan mengajarkan berkebun. Juga anak-anak diajari berkompetisi melukis alam karena kebetulan si Diek sendiri adalah pelukis sekaligus karikaturis andal. Kegiatan ini setidaknya tertanam pada diri si anak sampai dewasa yang akan berkelanjutan sebagai pelestari alam. Dapat dipastikan sekolah alam ini melahirkan sosok sahabat alam, bukan sosok perusak alam demi mengejar hawa nafsu. Dia mendidik banyak generasi muda bagaimana memperlakukan alam yang benar. Agus Eko Santoso Pondok R Patah Blok K1/21, Demak *** Jembatan Penyeberangan di Depan SMAN 2 Di Semarang namyak dibangun jembatan penyebrangan tapi yang menggunakannya rendah. Contoh, di dekat SMA 2, pada jam pulang sekolah, banyak murid lebih suka menyebrang langsung jalan raya. Hal ini tentu berbahaya dan menganggu ketertiban lalu lintas. Akibatnya pembangunan jembatan penyeberangan tersebut mubazir. Ada beberapa sebab tidak digunakannya gasilitas tersebut. Pertama, oran/siswa merasa malas bila harus menaiki jembatan setinggi itu. Kedua, sering terjadi tindakan kriminal di atasnya, ketiga tidak ada aparat yang menjaga dan melarang orang/siswa melewati jalan raya.Bertolak dari hal tersebut ada baiknya disediakan fasilitas yang lebih baik dari pemerintah, seperti lampu lalu lintas bagi pejalan kaki. Aparat harus sering mengadakan razia bagi pelaku tindak kriminal yang sering beraksi di atas jembatan penyebrangan. Selain itu, kampanye penggunaannya harus gencar dilakukan. Sukirnanto Jl Kebon Rojo Slt VI/12, Demak *** Semarang Pesona Asia Deklarasi yang ditandatangani 13 Desember 2007 oleh 9 kepala pemerintahan di Cebu City Filipina, menyetujui penciptaan masyarakat ASEAN pada 2015. Satu dari tiga pilar kesepakatan adalah ASEAN Socio Cultural Community atau kerjasama bidang sosial budaya. Semarang bukan lagi milik warga kota ini semata, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari komunitas masyarakat tersebut. Untuk itu ''Selamat'' atas dicanangkannya program Semarang Pesona Asia oleh Wali Kota. Walau saya bukan penduduk asli Semarang, tidak ada salahnya berpartisipasi memberikan sumbang saran. Semarang telah punya ikon pesona: Lawangsewu, Tugu Muda, Masjid Agung, Kota Lama, China Town, bandeng presto, lumpia, wingko. Saya juga mendengar Pak Wali akan membangun monumen batas kota. Mohon dilombakan terlebih dulu untuk menemukan bentuk monumen yang sesuai setting Kota Semarang. Kalau bisa jangan berbentuk figuratif-ornamentik sebab kota ini telah banyak monumen sejenis itu. Mohon juga dicanangkan Semarang Modern Art Gallery, yang berlokasi di tengah kota, Kalau perlu tukar guling dengan Ajendam IV/Diponegoro untuk mendapatkan lokasi di bekas bioskop Gajah Mada. Gallery ini berfungsi menampung aktivitas seniman Semarang dan ASEAN, yang akhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Suharyono Ngawen Rt 2/Rw I Margorejo, Pati *** Korban Tabrak Lari Sungguh tragis nasib Pak Hartono warga Purwosari Patebon Kendal ini. Niatnya mencari nafkah untuk anak istri, buyar akibat tabrak lari. Ya, 5 Januari 2007 sekitar pukul 05.00 di Jl Soekarno-Hatta (depan DPD Golkar), dia menjadi korban tabrak lari. Akibatnya dia luka parah dan sampai sekarang masih terbaring di RSUD Dr Soewondo Kendal. Sebagai orang yang mengenal Pak Hartono, saya mengetuk hati nurani siapa saja yang kebetulan mengetahui kecelakaan ini untuk berbagi informasi. Silakan hubungi saya di 081325544849 demi membantu kepolisian. Untuk penabrak, alangkah mulianya kalau berkenan menjenguk korban di RS. Barangkali waktu itu lalai sehingga meninggalkan korban begitu saja. Keluarga korban tidak menuntut banyak, kesediaan Anda bersilaturahmi sudah membahagiakan setidaknya sebagai pelipur lara. Joko Suprayoga Jl Dieng I/40 Perum Brangsong, Kendal
|