| Jumat, 26 Januari 2007 | KEDU & DIY |
Kerusakan Jalan Ketep Pass Belum Tertangani
BOROBUDUR-Kerusakan jalan di kawasan Ketep Pass hingga kemarin belum diperbaiki. Padahal kerusakan semakin bertambah parah. Jalan yang ambles semakin bertambah dalam. Semula 20 cm (SM, 18/1), kini menjadi 25 cm. "Pagar pembatas jalan melengkung ke barat. Bahkan senderan yang semula meregang 0,5 cm sekarang bergeser 2 cm ke arah barat juga," papar Heru Dwiyanto, anggota Komisi C, DPRD Kabupaten Magelang, Rabu (24/1). Ia bersama enam anggota Komisi C, meninjau lokasi kerusakan jalan di kawasan objek wisata itu. Mereka itu masing-masing H Sugijanto, Jamaluddin BA, Kuswan Haji SH, Hery Suyanto, Sugito, Nur Salim dan Ustman Habib SH. Menurut Kuswan Haji, penyebab kerusakan jalan karena struktur kepadatan tanah urug belum maksimal. Akibatnya terjadi pergeseran ketika hujan turun. "Sesuai informasi dari warga Dusun Babadan, Desa Ketep, pemasangan pipa air bersih di berm jalan ada yang putus. Pipa itu menuju Ketep Pass. Akibatnya, tanah menjadi gembur. Buntutnya, tanah memadat ke bawah. Aspal bongkah, karena tanahnya turun," tuturnya. Penyebab lain, truk pengangkut pasir yang lewat Ketep Pass melebihi tonase, mengakibatkan tanah ambles. "Sekarang masih musim hujan. Jika tak segera diperbaiki, kerusakan akan semakin parah," katanya. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Magelang, H Rohadi Pratoto SH MSi, mengemukakan, Tim Dinas Kimtaru Jateng sudah meninjau lokasi jalan yang rusak di Ketep Pass pada 11 Januari 2007. "Sebagai tindaklanjutnya, mohon segera melakukan langkah-langkah dengan melakukan koordinasi pada pihak-pihak terkait, guna penanganan perbaikan," ujar Rohadi dalam suratnya kepada Kepala Dinas Kimtaru Jateng, 18 Januari 2007. Tak Berlebihan Permintaan Plt Kepala DPU tampaknya tidak berlebihan. Karena dalam daftar hadir peninjauan lokasi jalan Ketep Pass, Barno Waluyo mengatasnamakan Dinas Kimtaru membuat catatan teknis. "Pipa PVC yang ada di jalan dan di tanah diambil untuk diganti pipa galvanis dengan tidak ditanam. Perbaikan jalan yang retak menjadi tanggungjawab Dinas Bina Marga Kabupaten Magelang, biaya dari kami, sesuai dengan porsi kerusakan yang ditimbulkan akibat pelaksanaan pemasangan pipa," tutur Barno. Dalam catatan teknis itu, Wahyudi P, Pengendali Kegiatan dari DPU Kabupaten Magelang, ikut menandatanganinya. Seperti diberitakan (11/1), retakan jalan waktu itu masih sekitar 10 cm. Kepala Bidang Bina Marga, DPU Kabupaten Magelang, Ir Simbang Totok Wiharso, memperkirakan akan terjadi penurunan perkerasan jalan yang dipicu air hujan. Ia mengemukakan, peningkatan jalan kabupaten, paket pembuatan talut jalan di lingkungan Ketep Pass diserahkan Pemkab Magelang dalam kondisi baik pada 27 November 2006. Setelah itu ada proyek perpipaan dari Subdin Praskim Dinas Kimtaru Jateng. Namun pelaksanaannya tanpa izin dan saran teknis dari Bidang Bina Marga DPU Kabupaten Magelang. Akibatnya jalan menjadi rusak. Di samping akibat beban lalulintas yang melintas di ruas jalan tersebut. (pr-39) |