| Jumat, 26 Januari 2007 | KEDU & DIY |
Budi Daya Buah NagaHasil Panen Ludes Diserbu di TempatDILIHAT dari bentuknya seperti kepala naga yang dipenuhi sirip, warnanya ada yang merah dan kuning. Tak heran jika banyak orang menyebut buah naga (houlungkuo). Di Kabupaten Magelang, beberapa petani mulai membudidayakan buah naga warna merah antara lain, petani di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun, Desa Ngadirejo Kecamatan Secang, Desa Gondang Kecamatan Mungkid. Hasilnya, beberapa petani sudah ada yang mulai memetik keuntungan dari usaha holtikultura ini. Komoditas yang tergolong baru ini terbukti memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu petani itu, Said (68), petani dari Ngadirejo, Secang berhasil membudidayakan tanaman dari Taiwan tesebut. Dia menyulap tanah pekarangannya menjadi kebun. Letaknya strategis berada di jalan protokol Semarang-Magelang, sehingga pengguna jalan mudah melihat kebunnya. Dia diuntungkan oleh letak kebunnya, para pengguna jalan tak sedikit yang mampir ke situ membeli buah naga. Kalau pembeli ingin memetik sendiri dia tak keberatan, karena memang sengaja mengonsep kebunnya sebagai agrowisata. Untuk memulai usaha itu, dia menyiapkan modal Rp 15 juta lebih. Bibitnya didapat dari Pasuruan, Jatim, dengan harga Rp 15 ribu/batang. Agar tanamannya tumbuh subur dia membuat media tanam dari pasir. Tak semua pekarangannya diuruk pasir. Namun membuat kubangan kurang lebih berdiameter setengah meter diberi komposisi pasir dan pupuk. Satu kubangan untuk menanam empat pohon dan di tengahnya diberi lanjaran agar pertumbuhannya bisa tegak ke atas. ''Setelah berusia satu setengah tahu tanaman ini sudah bisa berbuah. Biasanya berbuah pada musim penghujan,'' katanya. Berkhasiat Pada musim panen, seminggu sekali 300 pohonnya siap petik. Setiap buahnya bisa berbobot setengah sampai satu kilogram. Setiap empat pohon berbuah delapan biji. Dia jual dengan harga Rp 25 ribu/kg. Selain dijual kepada pengguna jalan, kalau hasil panennya melimpah dia menyalurkannya ke supermarket di Jakarta. Namun akhir-akhir ini hasil panennya ludes diserbu di tempat. Kabid Usaha Tani Dinas Pertanian, Soekam mengatakan, karena harga buah naga memiliki nilai ekonomi tinggi, banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Buah yang pohonnya seperti kaktus itu, kata dia, bisa digunakan untuk terapi antara lain, dapat menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan menghaluskan kulit. (Sholahuddin Al-Ahmed, Juli Nugroho-42) |