logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Januari 2007 INTERNASIONAL
Line

Liga Arab Peringatkan Amerika

DAVOS - Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa memprediksi kemungkinan Amerika Serikat menyerang Iran adalah fifty-fifty. Namun dia memperingatkan agresi seperti itu akan memperluas konflik sektarian ke seluruh kawasan Timur Tengah.

''Kemungkinannya adalah 50/50. Kita berharap serangan itu tidak akan terjadi. Sebab, serangan ke Iran bakal kontraproduktif,'' kata Moussa di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, kemarin.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden AS George W Bush menyinggung soal makin besarnya bahaya ekstremis Syiah yang berpusat di Iran. Bush me-nyebut mereka sama berbahayanya dengan Al-Qaedah.

Iran dan Amerika juga bersitegang mengenai program nuklir Teheran yang dicurigai untuk membuat bom nuklir. Teheran membantah tuduhan itu.

Sejauh ini, AS mengutamakan jalur diplomasi dalam menyelesaikan krisis nuklir itu. Namun, Amerika menyatakan tidak segan-segan menyerang Iran jika cara-cara diplomasi telah gagal.

Saat diminta menanggapi pernyataan Moussa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack menegaskan bahwa semua opsi tetap disiapkan. Namun dia mengatakan, Washington selama ini bekerja sama dengan sekutunya di Teluk mengenai isu Iran.

''Presiden Bush selalu mengatakan bahwa kita tidak pernah mengesampingkan opsi apa pun. Tetapi saya kira, kami sangat transparan dalam menghadapi berbagai ancaman Iran,'' kata McCormack di Washington.

Moussa tidak menjelaskan cara dia memprediksi kemungkinan serangan AS terhadap Iran itu. Ketika ditanya mengenai pidato Bush soal ekstremis Syiah, Moussa menjawab: ''Saya sependapat bahwa ekstremisme dalam bentuk apa pun adalah sangat berbahaya.''

Imbauan Khatami

Mantan presiden Iran Mohammad Khatami mengimbau semua pihak bersikap tenang dan berusaha meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.

''Saya berharap, mereka bersikap bijak dalam mengatasi situasi ini. Kita perlu bersabar, saling memahami, dan tidak emosional,'' kata Khatami.

Namun dia tidak mau berkomentar mengenai keputusan Teheran melarang sekelompok inspektur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memeriksa fasilitas nuklir Iran.

Selain itu, Khatami menyatakan dukungannya terhadap usulan Kelompok Studi Irak agar Bush melibatkan Iran dalam perundingan mengenai masa depan Irak. ''Ketimbang konfrontasi, jauh lebih baik jika bekerja sama dan berdialog dengan Iran dan Suriah,'' kata dia.

Moussa mengatakan, rencana Bush untuk mengirim pasukan tambahan ke Irak tidak akan menyelesaikan konflik sektarian yang melanda seluruh negeri itu. Dia mengusulkan solusi diplomatik. (rtr-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA