| Jumat, 26 Januari 2007 | BANYUMAS |
Bupati Malu, Stok Darah PMI Sering KosongPURBALINGGA- Bupati Triyono Budi Sasongko merasa malu karena stok darah di Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) sering kosong. Akibatnya hampir semua rumah sakit di Purbalingga terpaksa minta stok darah ke UTDC Banyumas di Purwokerto. Ironisnya, hal ini terjadi bertahun-tahun. "Ini kebangetan sekali. UTDC Banyumas sering mendapat permintaan darah dari rumah sakit-rumah sakit di Purbalingga. Padahal kita punya UTDC sendiri tetapi stok darahnya sering kosong. Dengan pengurus yang baru, saya harapkan aja kaya kiye maning lah," pintanya. Bupati mengatakan hal itu dalam pelantikan pengurus cabang PMI Purbalingga periode 2006-2011 di Pendapa Dipokusumo, Kamis (25/1). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Daerah PMI Jateng Sasongko Tedjo dan dihadiri jajaran muspida, para pejabat, anggota dan relawan PMI, serta para pengurus lama. Ke depan, Bupati berharap PMI tidak hanya menunggu pendonor datang tetapi menerapkan jemput bola. Sebab selama ini, PMI baru buru-buru mencari pendonor jika ada masyarakat yang membutuhkan darah. Akibatnya ketika rumah sakit butuh darah banyak, UTDC tidak bisa memenuhinya. Selain masalah itu, Bupati juga menyoroti target bulan dana PMI yang belum pernah tercapai selama bertahun-tahun. "Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah tidak adanya kepercayaan dari masyarakat terkait dengan pengelolaan dana. Karena itu pengurus yang baru harus lebih transparan," harap Bupati. Sementara Sasongko Tedjo menyambut gembira terpilihnya Wakil Bupati Heru Sudjatmoko sebagai Ketua Pengurus Cabang PMI Purbalingga. Namun dia meminta pengurus yang baru tidak terlalu bergaya birokratis. Sebab menurutnya PMI itu adalah LSM yang semi pemerintah.(F10-55) |