logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Januari 2007 BANYUMAS
Line

Pemkab Siapkan Anggaran Rp 6 Miliar

  • Untuk Tuntaskan Pemberantasan Buta Aksara

PURWOKERTO - Pemkab Banyumas menganggarkan sekitar Rp 6 miliar untuk pemberantasan buta aksara. Dana tersebut diambilkan dari gabungan alokasi dana dari Pemerintah Pusat Rp 3,4 miliar (50%), Pemerintah Provinsi Rp 1,8 miliar (30%), dan APBD Banyumas Rp 1,240 miliar (20%).

Jumlah warga buta aksara di Banyumas hingga akhir tahun 2006 19.691 orang. Jumlah itu termasuk kategori usia produktif, 15-40 tahun.

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Suwardi mengatakan, program pemberantasan buta aksara sudah menjadi komitmen bersama antara Pemerintah Pusat, Pemrov dan Pemkab.

"Ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara Gubernur, bupati/wali kota se-Jateng, dan Depdiknas. Masalah ini sudah menjadi komitmen bersama sehingga harus ditindaklanjuti secara serius," kata Suwardi di sela-sela acara Revitalisasi Gerakan Percepatan Desa Buta Aksara di Balai Desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas, kemarin.

Menurutnya, di Banyumas pemberantasan buta aksara ditarget selesai tahun 2008. Saat ini sudah memasuki tahap II atau pemberantasan lanjutan yang dimulai pada awal tahun ini.

Sukma II

Mereka yang lulus tahap ini akan mendapatkan Surat Keterangan Melek Aksara (Sukma) II. Tahun 2008, peserta memasuki tahap III atau pelestarian lanjutan yang merupakan tahap terakhir dari pemberantasan buta aksara.

"Pada tahap I atau pemberantasan dasar, 2006-2007, berdasarkan hasil evaluasi, dinilai sukses. Sebab, mayoritas peserta memperoleh Sukma I," katanya.

Untuk mendukung program itu, lanjut Suwardi, yang dilakukan Diknas adalah merangkul elemen masyarakat untuk membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Saat ini, kata dia, di Banyumas sudah ada 22 PKBM, sedangkan dua PKBM lagi masih dalam tahap dirintis. Yang belum punya PKBM adalah Wangon, Kalibagor, dan Banyumas. Selain itu, lanjut Suwardi, pihaknya juga membentuk satu kelompok kecil yang terdiri atas 10 orang.

Dari jumlah total warga yang masih buta aksara, yakni 19.691 orang, buta aksara itu dibagi dalam 1.969 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil dibantu dana operasional Rp 3.170.000.

Bupati Banyumas Aris Setiono mengatakan, selain melibatkan komponen masyarakat, program itu juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Purwokerto. Seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Univeritas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Wijayakusuma (Unwiku), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satria. (G22-71)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA