| Jumat, 26 Januari 2007 | BANYUMAS |
Program Berobat Gratis Perlu DilanjutkanCILACAP - Program berobat gratis yang pada 2004 sudah pernah berjalan di Cilacap, kini diusulkan untuk dilanjutkan lagi. Langkah itu perlu diambil karena banyak warga Cilacap yang akan terbantu bila program tersebut dilanjutkan. "Dari 1,7 juta jiwa penduduk Cilacap, saya yakin sebagian besar setuju jika program berobat gratis itu dilanjutkan. Apalagi saat ini kondisi ekonomi sedang tidak berpihak kepada mereka. Sangat sulit mencari penghidupan," kata Adi Saroso, salah seorang staf khusus Bupati Cilacap. Adi mengatakan, saat program tersebut dijalankan pada 2004, banyak warga yang terbantu. Mereka tidak lagi harus memikirkan biaya berobat ke puskesmas-puskesmas karena biaya pengobatan ditanggung Pemkab. Waswas Namun setelah program itu hilang, mereka waswas karena untuk berobat, terutama yang tidak terbantu oleh askes masyarakat miskin (askes maskin), harus merogoh kocek sendiri. Menurutnya, dahulu program berobat gratis bisa berjalan karena ada kebijakan penggunaan bunga dana abadi milik Pemkab untuk membiayai pengobatan gratis masyarakat. Namun kebijakan seperti itu tampaknya tidak lagi dijalankan. Terbukti, kini program itu tidak diteruskan. "Bahkan dahulu juga bukan hanya berobat gratis, SPP gratis juga diwacanakan untuk diberlakukan dengan bunga tabungan dana abadi," ujar dia. Ketika ditanya kabar mengenai dana abadi Pemkab saat ini, Adi mengaku kurang tahu. Setahu dia, jumlahnya saat ini mencapai Rp 53 miliar. "Kalau ditaruh di bank satu tahun saja, bunganya bisa Rp 5,3 miliar. Ini tentu jumlah yang signifikan untuk menuntaskan program seperti itu," kata dia. (G21-71) |