| Rabu, 24 Januari 2007 | NASIONAL |
Sebulan Melayani 911 Pasien HajiBOYOLALI- H Wahyudi, adalah salah seorang dokter yang cukup sibuk selama berada di Tanah Suci. Baik di Makkah maupun di Madinah, pasien yang harus ditangani dalam kloter 50 asal Kabupaten Kebumen mencapai 911 orang. Itu berarti dalam sehari dia harus bertugas melayani sekitar 30 pasien. Jamaah yang tergabung dalam kloter itu sebagian besar adalah usia lanjut. ''Faktor usia dan kondisi udara yang dingin di Tanah Suci, menyebabkan banyak pasien sakit,'' kata dia. Dengan didampingi seorang tenaga paramedis, dokter itu berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada jamaah asal daerah yang sama dengan dirinya. Humas Debarkasi Adisumarmo Solo H Akhmad Su'aidi SPd mengatakan, berdasarkan pengalaman dokter H Wahyudi tersebut, PPIH belum ada rencana untuk menambah tenaga kesehatan. Dengan demikian dalam sebuah kloter pada musim haji tahun depan, tetap dilayani seorang dokter dibantu seorang paramedis. Jika jumlah jamaah yang sakit tidak bisa tertangani akan dikirimkan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang berada di setiap Kantor Daker Haji. Lokasi Kantor Daker ada di Makkah, Madinah, Jeddah, Arafah, dan Mina. Berkurang Kloter 50 yang tiba kemarin anggotanya berkurang lima orang. Mereka meninggal di Tanah Suci, yakni Munipah binti Kusen (60), asal Karangtanjung, Aliyan, Kebumen; Adminhadi Siswarno bin Samirejo (70), asal Gombong, Kebumen; Mahaki bin Dullah (60), asal Bojongsari, Aliyan, Kebumen; Muslimah binti Mampawira (61) asal Progowulung, Aliyan, Kebumen; dan Siti Habibah binti KH Hasyim Abdillah (66), asal Karangsari, Kebumen. Memasuki hari ke-18, ke-pulangan jamaah haji sudah mencapai 20.102 orang. (bt-46) |