logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 NASIONAL
Line

Sopir Belum Bisa Diperiksa

  • Pasien Rawat Inap Tinggal 9 Orang

SOLO- Penyebab tabrakan bus Rukun Sayur, Safari, dan Suharno di Jalan Ahmad Yani, Solo, Minggu lalu (21/1) belum bisa ter-kuak. Sebab sopir bus Suhar-no, Ngadiyono, belum bisa dimintai keterangan karena lukanya parah.

Warga Wonolelo, Muntilan, Magelang itu dirawat di kamar nomor 18 Bangsal Yosef RS Brayat Minulyo. Kemarin, kerabatnya dari Muntilan menjenguk. Istrinya, Hartutik, menunggu di samping ranjang perawatan. "Bapak patah tulang di dua tempat," ujar Hartutik sembari menunjuk bagian paha dan lutut suaminya yang dibebat kain pembalut luka warna coklat dari ujung kaki sampai pangkal paha.

Ngadiyono lebih banyak memejamkan mata, sesekali meringis menahan sakit di kakinya. Sopir bus jurusan Solo-Jogja itu, kata istrinya, juga belum bisa bercerita banyak soal kejadian nahas yang terjadi Minggu sore itu.

"Saya tahu kejadiannya dari koran. Yang jelas, kaki bapak patah karena waktu kejadian dia kan menginjak pedal rem. Jadi terhimpit dashboard yang ringsek. Saat tabrakan, bapak buang badan ke kiri. Kalau ke kanan, entah seperti apa jadi-nya," tutur Tutik, panggilan Hartutik.

Sehari sebelumnya, Kasatlantas Poltabes Surakarta Kombes Pol Nur Handono menyatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kece-lakaan yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan 32 penumpang bus luka-lu-ka.

"Tiga saksi sudah kami mintai keterangan, yakni sopir bus Rukun Sayur Hermanto, serta dua orang pe-numpang bus Suharno. Kalau hasilnya sudah jelas, nanti kami sampaikan lebih lanjut," katanya mewakili Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto.

Membaik

Sementara itu, jumlah pasien yang masih menjalani rawat inap di RS Brayat Minulyo hingga kemarin 9 orang. Pasien yang diizinkan pulang adalah Warsinem dan anaknya, Melina Mega Saputri, warga Ngembel, Kalikotes, Klaten.

Dia adalah ibu dari Lia Ardiyana dan saudara Lely Diah Rahmawati, korban meninggal dalam peristiwa itu. Dua pasien lain yang diperbolehkan pulang adalah Wartini warga Sambengan RT 18 RW VI, Simo, Boyo-lali dan Poniyati, warga Japanan RT 10 RW V, Cawas, Klaten. "Kondisi mereka sudah membaik," kata Humas RS Brayat Minulyo Yosepha Sri Wijayanti.

Korban patah tulang, Is-naeni, yang juga kakak kandung Lely Diah Rahmawati pukul 05:30 menjalani operasi. Neni, panggilan korban, mengalami patah tulang kaki kanan. Dia kini dirawat di Bangsal Yosef kamar 11, satu ruangan dengan Suryani, ibunya, yang tulang bahu kirinya retak. (fan-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA