logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 NASIONAL
Line

Genangan Air Sebabkan Pesawat Gagal Mendarat

SEMARANG- Kendati perkembangan teknologi semakin pesat, namun kecelakaan pesawat udara tak dapat dicegah. Itu umumnya disebabkan cuaca buruk, kerusakan pesawat, kesalahan manusia, dan prasarana bandara yang tak memenuhi syarat.

Hampir semua kecelakaan yang menimpa pesawat komersial seperti Garuda, Mandala, Merpati, Sempati, Lion Air, dan AdamAir terjadi saat mendarat dalam kondisi hujan lebat. Menurut pengamat transportasi Unnes Drs Harry Kusharto MT, hydroplanning (genangan air di bandara) menyebabkan hilangnya efektivitas pengereman. ''Ketika mendarat, roda pesawat tidak mendapat gesekan dari landasan. Akibatnya, pesawat meluncur hingga keluar landasan.''

Menurut Harry, peristiwa hydroplanning sering terjadi pada pesawat bermesin jet. Ketika mendarat, kecepatan pesawat sekitar 130 km/jam di atas permukaan landasan yang tergenang air setinggi 12 mm. Akibat koefisien geser rendah, maka pesawat kehilangan kemudi hingga tergelincir keluar landasan. ''Guna menghindari hydroplanning, landas pacu harus rata. Selain itu, sistem drainase harus benar.''

Adapun landas pacu yang bandara yang layak harus memenuhi dua syarat yakni structural dan functional performance. Structural performance artinya landasan harus mampu melayani semua jenis pesawat sampai jumlah tertentu tanpa mengalami kerusakan. Sedangkan functional performance, artinya landasan harus mampu melayani pesawat dengan aman dan nyaman, meski dalam kondisi hujan atau basah. ''Ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk functional performance yakni kekerasan, kerataan, dan kekesatan.''

Ditambahkannya, untuk menghindari gagal mendarat ataupun take off (lepas landas), pemeliharaan harus rutin dilakukan oleh pengelola bandara. Itu perlu dilakukan oleh khususnya Bandara Ahmad Yani, Adi Sumarmo, Adi Sucipto, Hasanudin, dan Juanda. Pasalnya di kelima bandara itu pernah terjadi musibah pesawat tergelincir akibat genangan air.

''Setidaknya setiap bulan, pengelola harus melakukan pemeliharaan pada landas pacu, taxi way, dan apron, serta menghilangkan rubber deposit, pengujian friction, dan perbaikan drainase.'' (H11-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA