logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

Isu AI Tak Pengaruhi Penjualan Telur

UNGARAN - Isu avian influenza (AI) atau flu burung yang marak dalam dua bulan terakhir ternyata tidak memengaruhi tingkat penjualan telur. Menurut David Putranto pengusaha ternak ayam petelur, penjualan bahan kebutuhan pokok ini cenderung stabil.

''Isu AI tidak berpengaruh. Penjualan telur tetap lancar,'' kata David saat dihubungi via telepon, Selasa (23/ 1). Menurutnya, ada atau tidak ada kasus AI pihaknya tetap melakukan biosecurity dan vaksinasi secara teratur. Hal ini untuk menjaga kualitas dan kuantitas telur.

David memiliki kandang besar yang diisi sekitar 25.000 ayam petelur. Dalam sehari setidaknya dihasilkan 1,5 ton telur di peternakan Kota Baru Farm ini. Di kandang yang melibatkan 25 pekerja ini selalu didesinfektan setiap dua hari sekali.

''Kami juga teratur memberi vaksin dan vitamin pada ayam petelur sehingga produktivitas terjaga,'' jelas Eko Yasmoyo pengawas di tempat usaha David. Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini dengan memberi vaksin dan desinfektan kepada masyarakat peternak nonkomersial sudah benar.

''Kalau dulu terbalik, perusahaan mandiri yang diberi bantuan vaksin sementara masyarakat belum dibantu,'' terang Eko.

Untuk menjaga kebersihan dan lalu lintas unggas, setiap orang yang keluar dan masuk kandang tersebut harus disemprot desinfektan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) dokter hewan Bambang Sutrisno menjelaskan, kebersihan kandang di peternakan mandiri sudah bisa diandalkan.

''Sehingga warga yang membeli telur dari perusahaan tidak perlu khawatir. Sebab ternak dan kandangnya terjamin kebersihannya,'' ucapnya, kemarin. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA