logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

Unggas di Tuntang Negatif Flu Burung

  • Banyak Ayam Mati karena Pileren

UNGARAN - Unggas jenis ayam yang ada di Dusun Jeblosan, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dipastikan negatif Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Banyaknya ayam yang mati di sejumlah kecamatan dikarenakan virus Newcatle Desease (ND) atau biasa disebut pileren (tetelo). Hal ini menyusul puluhan bahkan hingga ratusan ekor ayam di desa ini mati dalam waktu singkat.

Warga meminta petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) turun ke lokasi, karena warga curiga Ny Dasiyem (45) warga Jeblosan, Lopait, sakit panas setelah 27 ekor ayamnya mati dalam seminggu.

''Tim participatory desease surveillance (PDS) dan participatory desease respons (PDR) Disnakan telah bekerja maksimal. Hasil tes unggas dengan menggunakan rapid kit diketahui negatif AI,'' kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan dokter hewan Bambang Sutrisno, Selasa (23/ 1).

Menurutnya, Ny Dasiyem yang dirawat di RSU Ambarawa sudah pulang ke rumah karena dia bukan pasien suspect flu burung.

Saat di lokasi, Senin (22/ 1), pihaknya mencari sampel ayam yang mati sebelum 24 jam. Lalu pada bangkai ayam tersebut diperiksa swab trachea (cairan saluran pernafasan) dan di-swab kloaka.

''Ternyata negatif AI. Diagnosa kami banyaknya ayam mati karena terjadi Newcaste Desease (ND),'' jelas dokter hewan Yoana Diah Haryuni, tim PDR Disnakan, kemarin.

Ayam Mati

Selain ayam milik Dasiyem, lanjut Yoana, sejumlah unggas tetangganya juga diperiksa kesehatannya.

Selain Tuntang, Disnakan juga menerima laporan adanya ayam mati mendadak dari sejumlah wilayah di antaranya, Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan (14/ 12/ 06), Krajan, Gondoriyo, Kecamatan Bergas (3/ 1), dan Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran (17/ 1).

''Pergantian musim seperti ini sangat memungkinkan unggas terkena ND atau pileren yang kemudian mengakibatkan mati,'' imbuh Yoana.

Di tengah isu flu burung, Bambang Sutrisno mengajak seluruh peternak untuk tetap melestarikan intensifikasi ayam buras (intab) dengan pola panca usaha peternakan. Pola usaha tersebut meliputi pemilihan bibit yang baik, pakan, kandang harus bersih, pemberantasan penyakit, dan manajemen usaha.

''Kesadaran akan kesehatan hewan sangat penting sebab dapat meningkatkan kapasitas, kerja sama, dan koordinasi dalam pemberantasan dan pengendalian penyakit hewan menular,'' tandas dia.

Menurut Bambang, jika semua itu dilakukan produktivitas ternak meningkat tajam. Selain itu juga terjadi, menurunnya angka kesakitan dan kematian serta meningkatnya angka kelahiran ternak. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA