logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

Angin Lisus Terjang Suruh

  • Pohon Tumbang Timpa Rumah

SURUH- Hujan lebat disertai angin lisus menerjang Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dan sekitarnya, Senin (22/1) siang. Akibatnya beberapa rumah roboh tertimpa pohon yang tumbang, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Sebuah tiang listrik juga diketahui patah sehingga mengakibatkan aliran listrik di desa tersebut padam. Kejadian yang berlangsung sekitar 14.00 itu dimulai dengan hujan yang sangat deras. Beberapa waktu kemudian terdengar gemuruh suara angin sehingga mengakibatkan beberapa pohon roboh. Warga yang mengetahui kejadian itu panik.

Berdasarkan pantauan, rumah yang tertimpa pohon diketahui milik Ny Mutmainah (45) warga Watuagung Desa Suruh Kecamatan Suruh. Pohon kelapa yang tumbang menimpa bagian belakang rumahnya. Rumah lainnya milik Ny Piah (60), warga Morangan Desa Suruh Kecamatan Suruh. Bagian atapnya hancur akibat tertimpa pohon sengon.

Sebuah bangunan penggergajian kayu di desa itu juga rusak akibat tertimpa pohon. Sementara itu, tiang listrik yang patah berada di Dusun Banaran RT 2/ RW 10, mengakibatkan aliran listrik padam hingga malam. Belasan pohon besar lainnya juga roboh akibat angin lisus tersebut. Setelah kejadian itu, warga kemudian bahu membahu membantu tetangga mereka yang rumahnya tertimpa pohon.

Warga juga membersihkan jalan-jalan desa akibat adanya pohon yang tumbang melintang di jalan.

Sementara itu, sejumlah petugas PLN langsung datang melakukan perbaikan jaringan akibat tiang listrik yang patah. Baru pada malam hari, aliran listrik kembali normal.

Angin lisus tersebut juga terjadi di beberapa lokasi lainnya. Camat Suruh Satrio Eko Wibowo ketika dihubungi mengaku, pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap seluruh warganya yang tertimpa bencana. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA