logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

Dispertan Sediakan 150 Ribu Dosis Vaksin

  • Antisipasi Flu Burung

SALATIGA- Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga menyediakan 150 ribu dosis vaksin guna mengantisipasi penyebaran flu burung pada peternakan unggas skala kecil milik masyarakat.

Selain itu, Dispertan siap melakukan penyemprotan disinfektan gratis ke beberapa lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus Avian Influenza (AI) seperti di peternakan dan pasar.

Hal itu dikatakan Kabid Pengendalian Hama dan Penyakit Dinas Pertanian dokter hewan Purwono setelah melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Burung Banyuputih Kelurahan Sidorejo Lor, Selasa (23/1).

Menurutnya, 150 ribu dosis bantuan provinsi tersebut diberikan cuma-cuma kepada peternak setelah mengajukan permintaan ke Dispertan. ''Kami menfokuskan pemberian vaksin tersebut kepada peternak kecil,'' kata Purwono.

Dijelaskan, vaksin yang disediakan tersebut merupakan persediaan selama tahun 2007, jumlah tersebut sama dengan alokasi pada tahun 2006 lalu.

Sedangkan disinfektan yang disediakan oleh Dispertan sebanyak 100 liter, juga merupakan bantuan provinsi.

Selama ini peternak unggas skala kecil terorganisir dalam sejumlah kelompok tani. Umumnya kelompok tani tersebut yang mengajukan permintaan vaksin serta penyemportan disinfektan.

Sementara peternak unggas skala besar, sudah mengelola dan menyediakan sendiri vaksin dan penyemprotan.

Perubahan Cuaca

''Peternak besar sudah menerapkan biosecurity standar sehingga membeli sendiri obat-obatan. Kita hanya melakukan pembinaan dan penyuluhan saja,'' terang Purwono.

Dia mengakui, tidak semua peternak ayam nonkomersil terdata secara pasti, karena merupakan usaha di tingkat rumah tangga. Sehingga pembinaan selama ini, melibatkan pertemuan PKK di tingkat RT dan RW.

Sedangkan peternak ayam berskala besar di Salatiga yang terdata berjumlah lima, yakni empat peternakan di Kelurahan Noborejo dan Cebongan Kecamatan Argomulyo. Sedangkan, satu peternak berada di Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti.

Terhadap temuan adanya ayam mati mendadak di beberapa tempat, Purwono mengatakan diakibatkan oleh perubahan cuaca.

Penyakit tersebut di antaranya berak darah dan tetelo. Kondisi ayam yang mati akibat penyakit tersebut nyaris sama dengan flu burung.

''Meski bukan flu burung, tetapi kami tetap meminta agar masyarakat waspada dan segera melaporkan.'' (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA