| Rabu, 24 Januari 2007 | SEMARANG |
Alat Berat Didatangkan untuk Ratakan Tanah
SALATIGA- Paguyuban Pedagang Pasar Argosari (P3A) ternyata semakin serius untuk segera menempati lahan kosong yang telah dikontrak senilai Rp 30 juta. Keseriusan itu bisa dilihat dari didatangkannya sebuah alat berat berupa jogjig yang disewa dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga. Alat berat tersebut digunakan untuk meratakan tanah yang saat ini masih ditumbuhi tanaman liar dan terdapat beberapa gundukan. Sekretaris P3A Fuad Fanani SE menyatakan, untuk meratakan lahan seluas 6.000 meter persegi itu diperkirakan membutuhkan waktu lima hari. "Tapi karena sering hujan, tanahnya jadi becek dan rodanya terkadang selip. Sepertinya lima hari tidak akan selesai," katanya. Alat berat itu disewa pengurus dari DPU pada Kamis (18/1) lalu dengan nilai Rp 350 ribu per harinya belum termasuk operatornya. Hingga kemarin, jogjog baru bisa digunakan selama dua hari saja karena becekmya tanah disana. Hingga kini baru seperempat lahan saja yang telah diratakan. Dijelaskan, setelah lahan tersebut rata pihaknya akan segera mematoki untuk dibangun kios dan lapak-lapak. Fuad meminta para pedagang segera mendirikan kiosnya setelah tanah diratakan. Agar pasar Argosari lebih berkembang, menurutnya, diperlukan konsistensi dari para penjual itu sendiri. Karenanya pihaknya meminta pedagang segera menentukan sikapnya. "Untuk tahap awal pedagang hasil bumi kami beri batasan hingga Minggu (29/1) untuk menentukan sikapnya, apakah akan berjualan disini atau di tempat lain," katanya. Menempati Lahan Langkah tegas itu harus diambil karena pihak pengurus menyadari banyak pedagang yang mendua, yakni memiliki kios di Pasar Kembangsari Baru dan juga di Argosari. Dengan demikian maka pihak pengurus bisa segera menentukan langkah selanjutnya. "Hingga kini banyak sekali pedagang yang telah mendaftar, kalau tidak segera menentukan sikap kami akan meminta pedagang lain untuk segera menempati lahan," tandasnya. Hingga kini, lanjutnya, tercatat 1.022 pedagang telah mendaftarkan diri untuk berjualan di tempat itu. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pedagang justru berasal dari Kabupaten Semarang yakni mencapai 693 orang. Sedangkan yang berasal dari Salatiga tercatat 329 pedagang. (H23-16) |