| Rabu, 24 Januari 2007 | SEMARANG |
Tidak Ada Kerusakan PascagempaGROBOGAN - Aktivitas warga di Kecamatan Kedungjati, Grobogan, pascagempa yang terjadi Senin (22/1) malam, sampai kemarin masih seperi biasanya. Tidak ada sesuatu yang berlebihan, maupun rasa khawatir dari mereka. Meski demikian adanya lindu, masih menjadi perbincangan hangat sebagian warga di daerah itu. Warga sangat antusias menceritakan pengalamannya saat merasakan adanya getaran tersebut. Marwanto, salah seorang warga Desa Kalijorong mengungkapkan, saat adanya gempa dirinya sedang menonton tayangan televisi. Tiba-tiba meja dan televisinya bergoyang-goyang. ''Saya sempat terhuyung-huyung saat akan menuju meja televisi. Tetapi setelah itu tidak ada lagi. Sangat cepat kejadiannya,'' kata dia, Selasa (23/1). Mudzakir, seorang tukang ojek warga Desa Gunung Wulan juga merasakan hal yang sama. Waktu itu dia sedang mengantar langganannya ke Stasiun Kedungjati. ''Saat saya berdiri, tiba-tiba ada goyangan. Tetapi goyangan itu tidak sampai lama. Baru setelah itu saya sadar kalau saat itu ada gempa,'' ujarnya. Setelah itu, keesokannya kedua orang itu mengaku kaget setelah membaca koran, ternyata gempa yang mereka rasakan semalam kekuatannya 4,2 skala richter (SR). Lebih kaget lagi ternyata pusat gempa ada di Kedungjati. ''Padahal goyangannya hanya kecil sekali. Berbeda saat gempa di Yogyakarta dulu. Toko-toko di Pasar Kedungjati, seperti mau ambruk dan tiang listriknya sudah bergerak-gerak,'' kata Sutrisno warga Desa Klitikan. Kasi Trantib Kecamatan Kedungjati, M Shofiq setelah mengecek kondisi di 12 desa, tidak ada satu pun rumah yang mengalami kerusakan. Bahkan pihaknya telah mengecek lokasi pusat gempa yang berada di sebelah Tenggara Kedungjati. ''Hanya ada satu desa di sebelah Tenggara yakni Desa Pinumbo. Di sana juga tidak ada kerusakan. Warga di sana memang merasakan ada goyangan tetapi tidak terlalu besar,'' katanya. (dky-16) |