| Rabu, 24 Januari 2007 | SEMARANG |
Dishub Didesak Evaluasi Titik ParkirSEMARANG- CV Yunata Sekawan Setara (YSS) mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan evaluasi ulang titik-titik parkir terkait rencana Pemkot untuk menerapkan lajur kiri bagi sepeda motor. Diharapkan evaluasi tersebut paling lambat dilakukan akhir Januari 2007 karena YSS akan melakukan setoran retribusi parkir tahap IV ke Pemkot pada 10 Februari mendatang. "Kami setuju dan mendukung rencana Pemkot bertujuan menekan jumlah kecelakaan lalu lintas. Namun karena berkaitan penataan parkir yang mempengaruhi pendapatan retribusi parkir maka kami berharap ikut dilibatkan dalam program ini. Dengan demikian, tak ada pihak yang dirugikan," ungkap Direktur CV YSS, Muchtar Hidayat, Selasa (23/1). Dia menambahkan, hasil evaluasi itu akan dijadikan sebagai acuan untuk mendesak Pemkot melakukan pembahasan ulang nilai kontrak dan jumlah setoran retribusi parkir yang dibayarkan YSS setiap 3 bulan. "Yang pasti, kami akan meminta Pemkot menurunkan nilai kontrak dan jumlah setoran karena banyak titik parkir yang hilang," tegasnya. Hilang Total Pihaknya mencontohkan, salah satu penurunan pendapatan retribusi parkir paling mencolok yaitu di wilayah Mataram (Jl MT Haryono-Red). Bila program jadi diberlakukan di sepanjang jalan tersebut, maka titik-titik parkir di wilayah itu akan hilang total. Sebelumnya, seiring dengan program Semarang Pesona Asia (SPA), jalur kanan sepanjang jalan itu sudah tidak dapat dipergunakan untuk lahan parkir karena adanya program penanaman pohon. Ditanya soal sistem penataan parkir yang ideal, Muchtar belum dapat berkomentar banyak karena masih menunggu penjelasan detail dari Pemkot tentang jalur mana saja dan bagaimana penataan parkirnya. "Pemerintah harus memperhatikan dan menata ulang pulau-pulau jalan yang ada sehingga jalan tidak sempit," imbuhnya. (H10-56) |