logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

Suspect AI Terus Bertambah

SEMARANG- Pasien suspect Avian Influenza (AI) bertambah lagi. Kali ini, seorang balita harus menjalani perawatan di ruang isolasi RS Dr Kariadi (RSDK) karena diduga terjangkit penyakit tersebut. Balita berinisial Bd (22 bulan) itu merupakan anak dari salah satu pasien diduga flu burung yang lebih dulu dirawat. Saat ini, balita itu ditempatkan di ruangan yang sama dengan Ny Sr, ibunya.

Menurut Jaiyem, nenek korban, sejak tiga hari lalu, cucunya terserang batuk dan pilek tak kunjung sembuh. Badannya pun lemas, diiringi suhu badan yang tinggi. "Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya saya bawa dia ke rumah sakit,'' kata Jaiyem.

Sementara itu, anggota tim Emerging Infectious Disease (EID) RSUP Dr Kariadi dokter Dwi Wastoro SpAK menjelaskan, gejala yang ditunjukkan pasien menyerupai flu burung. Hasil uji laboratorium, imbuhnya, baru dapat diketahui beberapa hari lagi.

Adapun kandungan leukosit dan lymposit normal adalah 4000. Sedangkan leukosit dan lymposit pasien masing-masing hanya 3100 dan 1700. Kendati demikian, ungkap Dwi, Bd tetap diperlakukan sebagai pasien flu burung. Oleh karena itu, pemberian Tamiflu tetap dilakukannya.

Vaksin Influenza

Merebaknya kasus flu burung di beberapa daerah di Indonesia mendorong berbagai pihak melakukan antisipasi. Kendati langkah tersebut tidak serta merta menghilangkan penyakit itu, namun setidaknya media penularan dapat dihambat. Hal itulah yang dilakukan pihak PT Unilever Indonesia Tbk Semarang terhadap 400 karyawan termasuk front liner-nya dari berbagai wilayah di Jateng, seperti Brebes, Pemalang, Kudus, Pekalongan, dan lainnya.

Pada Selasa (23/1), bertempat di Jl S Parman 57, mereka diberikan vaksin influenza. Area Sales Manager PT Unilever Tbk Semarang, Iskandar Muda mengatakan, hal itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan apresiasi perusahaan pada para karyawan. Pasalnya, para front liner yang notabene merupakan garda depan perusahaan itu tidak jarang dalam melaksanakan tugas harus blusukan ke perkampungan atau pasar. Mungkin tanpa disadari, mereka berkontak dengan unggas. (H31,H11-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA