logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 SEMARANG
Line

KRIMINAL SALATIGA

Rusak, Sidik Jari Perampok di TKP

SALATIGA- Polres Salatiga memperlihatkan foto-foto residivis sepesialis perampokan kepada para saksi, yakni penjaga malam dan Satpam PT Nasmoco. Namun mereka masih ragu menentukan pelaku, setelah melihat foto-foto itu.

Kapolres AKBP Rahardjo SH melalui Kasat Reskrim AKP Pratomo SH menjelaskan, pihaknya telah memperlihatkan foto residivis yang dimiliki Polda dan Polres Salatiga kepada para saksi.

Foto-foto juga tersebut difokuskan kepada residivis asal Jabar. ''Kami fokuskan kepada perampok asal Jawa Barat. Ini berdasarkan keterangan saksi, bahwa logat bicara penjahat dari daerah itu,'' katanya, kemarin.

Menurut Pratomo, karena para saksi masih ragu, maka upaya penyelidikan selanjutnya adalah mencari identitas berdasarkan olah TKP. Tugas itu dilakukan tim khusus yang berjumlah 10 orang, gabungan dari Polres Salatiga, Polwil Semarang, dan Polda.

Disinggung temuan sidik jari para pelaku di tempat kejadian, dia menjelaskan, sudah didapatkan oleh petugas, tetapi banyak yang sudah rusak. Diakui, perampok sangat profesional, sehingga di beberapa tempat utama tidak meninggalkan sidik jari. Padahal menurut keterangan saksi, para perampok tidak menggunakan sarung tangan.

Ada Kejanggalan

Terkait dengan dugaan keterlibatan saksi, Pratomo mengungkapkan, belum bisa mengarah ke sana, walau dalam pemeriksaan ada beberapa kejanggalan. ''Kami belum bisa memastikan keterlibatan saksi. Karena masih menunggu hasil penyelidikan tim.''

Dia memaparkan, ada perbedaan olah TKP berdasarkan keterangan saksi, namun hal itu belum bisa dijadikan dasar kuat. Misalnya pakaian yang dikenakan salah seorang saksi, Hartono, Satpam PT Nasmoco, terlihat bersih. Padahal dia mengaku diseret saat diikat penjahat dengan memegang bagian belakang pakaiannya.

Hartono mengaku sebelum diikat, dia dipukul dan ditodong dengan pistol. Saksi lain, Hendri dan Sujarwanto mengatakan, perampokan bersenjata pistol itu berlangsung sangat cepat.

Sementara itu tim khusus yang telah dibentuk mulai melakukan penyelidikan dan penyisiran di beberapa tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian sementara para perampok.

Kemarin, aktivitas di lokasi kajadian, PT Nasmoco di Jalan Diponegoro, telah berlangsung normal. Kepala cabang perusahaan itu, Imam Sutrisno mengatakan, kejadian tersebut tidak mengganggu aktivitas kerja di dealer dan bengkelnya.

Beberapa jam setelah perampokan, bahkan ketika polisi sedang melakukan olah TKP, para karyawan bekerja seperti biasanya. (H2-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA