| Rabu, 24 Januari 2007 | INTERNASIONAL |
Teknisi AS dan Inggris Diculik di NigeriaABUJA - Kelompok orang bersenjata menculik dua teknisi, seorang dari Amerika dan satu dari Inggris, saat mereka pergi bekerja di kota minyak Port Harcourt, Nigeria selatan, Selasa kemarin, kata pihak berwenang. Penculikan itu membuat jumlah warga asing yang ditahan kelompok bersenjata di daerah terpencil Niger Delta menjadi 29 orang. Daerah itu merupakan pusat minyak Afrika dan basis militansi. ''Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari mobil mereka saat berangkat kerja,'' jelas sumber keamanan industri minyak yang tidak bersedia disebut namanya. Sejumlah diplomat menyatakan dua orang itu berkerja di perusahaan konstruksi lokal Pivot. Polisi sebelumnya mengidentifikasi keduanya sebagai warga Amerika. Perusahaan pengapalan Jerman, Baco-Liner, menjelaskan kelompok militan yang menyita salah satu kapal barangnya Sabtu lalu telah menyandera ke-24 awaknya yang berkewarganegaraan Filipina. Kapal tersebut sedang dalam pelayaran ke pelabuhan Warri di Delta State. Pejabat pemerintah daerah sebelumnya menyatakan hanya enam warga Filipina yang diculik dari kapal itu. Ribuan pekerja minyak asing meninggalkan Nigeria dalam setahun terakhir saat serangan dan penculikan meningkat. Beberapa eksekutif industri menganggap situasi di Niger Delta cenderung ke anarki saat pemilihan bersejarah makin dekat. Para pejabat pemerintah menyatakan para penculik menuntut pembebasan dua pemimpinnya yang dipenjara dari Niger Delta, dan perundingan telah dimulai. (rtr-niek-26) |