logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 INTERNASIONAL
Line

Lebanon Lumpuh akibat Demo Besar-besaran

BEIRUT - Ribuan oposan melumpuhkan Lebanon dengan memblokade berbagai ruas jalan di negara itu, kemarin. Mereka membakar ban-ban bekas sambil menyerukan agar pemerintah mundur. Sedikitnya dua orang tewas dan 100 lainnya terluka.

Polisi mengatakan, seorang anggota kelompok Kristen propemerintah tewas di tembak di Kota Batroun, sebelah utara Beirut. Satu orang lagi tewas di distrik muslim Suni di Tripoli, Lebanon utara. Baku tembak juga melukai 35 orang di Kota Byblos dan Halba.

Asap hitam tebal membubung di langit Beirut ketika para demonstran menutup jalan-jalan utama, termasuk akses ke pelabuhan dan bandara internasional. Aksi protes di berbagai wilayah Lebanon itu digerakkan oleh para aktivis Hizbullah dan kelompok Kristen.

''Unjuk rasa hari ini hanya pelajaran kecil,'' kata demonstran Jamil Wahb di distrik Syiah, Lebanon selatan. ''Kami akan terus bertahan di sini sampai mereka menyerah.''

Aparat keamanan mengatakan, enam orang terluka (seorang di antaranya kritis) dalam kontak tembak antara pendukung pemerintah dan oposisi di desa Kristen Halba, Lebanon utara.

Satu orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara anggota gerakan Future yang propemerintah dan simpatisan Partai Nasionalis Sosial Syiah (oposisi). Namun sumber keamanan menjelaskan, orang itu masih hidup tetapi terluka parah.

Tembaki Demonstran

Dalam bentrokan lain, seorang pria bersenjata menembaki demonstran di kota kuno Kristen Byblos. Sedikitnya tiga orang terluka. Pria itu kemudian ditangkap oleh tentara.

Dua pengunjuk rasa terluka tembak di Batroun. Seorang anggota Partai Nasionalis Sosial Syiah tertembak di bagian kepala saat dia berunjuk rasa di Desa Sofar. Sedikitnya 15 orang terluka dalam bentrokan di daerah-daerah Kristen lainnya.

Hizbullah dan sekutunya memperbesar tekanan mereka dengan mengadakan aksi protes besar-besaran di seantero Lebanon. Mereka mendesak pemerintah mundur dan pemilu dipercepat.

Tentara Lebanon melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa demonstran di Beirut. Namun demonstran justru melemparkan batu ke arah tentara.

Perdana Menteri Fouad Siniora menolak tuntutan oposisi. Siniora mengumumkan reformasi ekonomi sebelum konferensi donatur internasional diselenggarakan di Paris Kamis (25/1). Lebanon berharap memperoleh bantuan miliaran dolar dari konferensi itu.

Siniora mengikuti laporan-laporan mengenai bentrokan dan unjuk rasa itu di kantornya di Beirut tengah. (rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA