logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 INTERNASIONAL
Line

Zawahri Ejek Rencana Bush untuk Irak

KAIRO - Orang kuat nomor dua Al-Qaedah Ayman Zawahri mengejek rencana Presiden Amerika Serikat George W Bush mengirim 21.000 tentara tambahan ke Irak. Zawahri menantang Bush untuk mengirim seluruh tentara AS ke Irak.

Tantangan itu dilontarkan Zawahri melalui rekaman video terbaru yang disiarkan Senin lalu oleh kelompok independen SITE Institute yang berkantor di Washington.

Wakil Ketua Al-Qaedah itu mengatakan, strategi AS mengenai Irak telah gagal total. ''Saya tantang Bush, mengapa hanya mengirim 20.000 tentara tambahan? Mengapa tidak mengirim 50.000 atau 100.000 tentara? Apakah dia tidak tahu bahwa anjing-anjing Irak memburu mayat pasukannya?'' kata Zawahri.

''Jadi kirimlah seluruh tentara untuk dipermalukan oleh kaum mujahidin yang berjuang membebaskan dunia dari kejahatan Bush. Sebab Irak adalah negeri Khalifah dan Jihad. Irak bakal menjadi kuburan bagi tentara asing,'' tambahnya. Dalam rekaman video itu, Zawahri mengenakan serban putih. Jenggotnya berwarna abu-abu.

Pidato Bush

SITE tidak menjelaskan caranya memperoleh rekaman video yang belum diuji keasliannya itu. Badan intelijen AS tidak berkomentar. CIA (badan intelijen pusat) biasanya menganalisis rekaman video Al-Qaedah untuk memastikan keasliannya.

Secara keseluruhan, rekaman video itu berdurasi 14 menit. Namun SITE hanya menyiarkan cuplikan-cuplikannya sepanjang 90 detik. Dalam cuplikan video itu, Zawahri yang berasal dari Mesir tidak mengacung-acungkan telunjuknya sebagaimana biasa dia lakukan.

Di lain pihak, Bush tetap membela strateginya mengenai Irak, meskipun banyak pihak menilai strategi itu keliru. Pembelaan itu menjadi bagian dari pidato kenegaraannya yang dijadwalkan dibacakan pada Selasa pukul 21.00 waktu setempat (Rabu 09.00 WIB).

Dalam pidato di depan Kongres yang dikuasai Partai Demokrat itu, Bush juga mengusulkan reformasi pelayanan kesehatan, kebijakan imigrasi, energi, dan lingkungan. Namun isu Irak tetap menjadi perhatian utama.

Jajak pendapat terbaru koran Washington Post dan televisi ABC menunjukkan, 48 persen responden menyatakan perang Irak merupakan isu terpenting yang dihadapi presiden dan anggota Kongres. Hanya sembilan persen yang menyatakan masalah ekonomi sebagai persoalan paling penting Amerika saat ini.

Hampir dua pertiga rakyat Amerika yakin, Demokrat dapat menangani perang Irak dengan cara yang lebih baik ketimbang Bush.

Tangkap Milisi Sadr

Tentara Irak dan Amerika menangkap lebih dari 600 militan pendukung ulama radikal Syiah Moqtada as-Sadr. Penangkapan itu dilakukan sehari setelah sejumlah pengeboman yang yang menewaskan sedikitnya 100 orang di sekitar Bagdad.

Para anggota Laskar Mahdi pimpinan Sadr itu ditangkap dalam razia keamanan terbesar di Irak. Militer kemarin mengatakan, selain 600 milisi, 16 pemimpin kelompok itu juga ditangkap.

''Lebih dari 600 milisi Laskar Mahdi ditahan. Mereka me-nunggu proses hukum selanjutnya dari pemerintah Irak,'' demikian pernyataan militer AS. ''Mereka pelaku serangan terhadap pemerintah Irak dan pa-sukan koalisi.''

Dalam operasi itu, tentara Irak dan Amerika menewaskan seorang komandan Laskar Mahdi. Kelompok milisi itu sangat anti-AS dan menentang keberadaan pasukan asing di Irak. (rtr-ap-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA