logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Januari 2007 INTERNASIONAL
Line

Hillary Tolak Bantuan Dana Kampanye

WASHINGTON - Senator Demokrat Hillary Rodham Clinton tidak mau menerima dana publik (yang diambil dari pembayaran pajak warga) untuk keperluan kampanyenya.

Hillary akan mengandalkan pembiayaan semata-mata dari donasi yang dikumpulkan selama penggalangan dana.

Keputusan kandidat presiden dari Demokrat itu bakal memaksa rival-rivalnya untuk mau tidak mau mengikuti jejaknya.

Hillary, senator New York dan mantan ibu negara, memulai kampanyenya Minggu lalu. Dia menjadi kandidat presiden pertama Amerika yang menolak dana dari masyarakat apabila dia maju ke pemilihan umum. Dana tersebut mencapai hampir 84 juta dolar.

Sebagai seorang penggalang dana yang tak diragukan lagi, Hillary diperkirakan bisa mengumpulkan dana lebih banyak dari kucuran dana pemerintah itu apabila dia memenangi pencalonan Demokrat.

Begitu dia terjun dalam pencalonan, Hillary langsung memulai penggalangan dana melalui situs internetnya, baik untuk keperluan pemilihan awal (primary) maupun pemilihan umum.

Calon-calon lain mau tidak mau akan mengikuti jejaknya dalam hal dana kampanye itu.

''Hillary sudah langsung menantang sejak hari pertama,'' kata Michael Toner, anggota Komisi Pemilihan Federal.

''Dampak dari keputusannya bakal sangat menarik untuk diamati. Kandidat-kandidat lain tidak bisa berdiam diri dan membiarkan Hillary memimpin penggalangan dana.''

Hillary memang sudah ramai diperkirakan tidak akan memanfaatkan dana kampanye dari pemerintah. Kebijakan dana kampanye itu diciptakan tahun 1970-an setelah skandal Watergate. Dana itu diperoleh dari pajak yang dibayarkan warga bersedia pajaknya dipotong untuk dana itu.

Biaya Mahal

Dana kampanye menuju Gedung Putih pada 2008 diperkirakan sangat besar, melampaui 300 juta dolar AS yang dikumpulkan Presiden George W Bush pada 2004.

Karena dana yang sedemikian mahal itu, bantuan dana kampanye itu sangat menggiurkan dan sulit diabaikan begitu saja, kendati ada batasan-batasan penggunaan yang menyertainya.

Pada pemilu 2004, Bush dan lawannya Senator John Kerry dari Massachusetts tidak mau menerima dana pemerintah untuk primaries, namun mereka menerima kucuran sekitar 75 juta dolar untuk pemilihan umum.

Pada pemilu kali ini, seorang penggalang dana ulung seperti Hillary bisa saja mengumpulkan lebih dari 84 juta dolar untuk pemilihan umum dan 50 juta dolar untuk primaries. Hanya kandidat-kandidat ulung yang diperkirakan mampu menggalang 100 juta dolar untuk primaries.

Sejauh ini, belum ada kandidat lain yang sudah mengambil keputusan soal dana itu, apakah mereka akan menerima dana kampanye untuk primaries atau pemilihan umum.

''Saya kira akan ada lebih banyak kandidat yang menolak bantuan dana dari pajak masyarakat,'' kata Toner. ''Mereka tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk memutuskan hal itu.''

Berbagai jajak pendapat mengunggulkan Hillary sebagai calon presiden favorit.

Namun, rivalnya seperti Senator Barack Obama dan John Edwards bukannya tanpa dukungan kuat. Mereka sudah membuktikan diri mampu menggalang dana dalam jumlah cukup besar untuk membiayai kampanye.

Hillary sudah mengantongi 14 juta dolar yang diraihnya saat penggalangan dana kampanye Senat. Dana itu akan dialokasikan untuk membiayai kampanye menuju Gedung Putih.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA