| Senin, 15 Januari 2007 | SALA |
Diserang Tikus, 102 Hektare Puso
KLATEN - Serangan tikus terhadap 341 hektare sawah, menyebabkan 102 hektare di antaranya puso. Lahan-lahan tersebut terdapat di Kecamatan Wonosari, Cawas, Juwiring, Karangdowo, Polanharjo, dan Delanggu. Petani Desa Mendak, Delanggu, Martono (75) mengaku sudah dua kali gagal panen karena serangan binatang pengerat tersebut. ' 'Saya sudah berusaha mengganti tanaman. Namun tanaman baru itu juga ludes,'' tuturnya, kemarin. Akibat serangan tikus itu, dia rugi ongkos benih dan tanam Rp 2 juta/petak. Belum lagi jika tenaga dihitung. Rata-rata, usia tanaman yang diserang, lebih dari sebulan. Padmo, petani warga Jaten, Juwiring, juga mengatakan hal serupa. Namun selain serangan tikus, banyak petani gagal panen gara-gara kesulitan air. ''Sulitnya, tikus sekarang pandai bersembunyi,'' ujar dia. Gropyokan ternyata juga tidak membuat tikus jera. Mereka justru membuat sarang di bawah jalan aspal, sehingga para petani semakin kesulitan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ( DPDKP) Ir Pudji Untung Surarso mengaku sudah menerjunkan petugas ke wilayah-wilayah yang terserang. Menurut dia, dari sejumlah wilayah yang terserang, terparah adalah wilayah Wonosari dan Juwiring. Luas sawah yang terserang, masing-masing 99 hektare dan 91 hektare. Namun serangan terhadap wilayah lain juga terus meluas. Karena itu, solusi tercepat saat ini hanya gropyokan. Meski demikian, DPDKP juga tetap mengajukan bantuan bibit untuk para petani. Burung Hantu Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten dokter hewan Suharna mengatakan, ada baiknya Pemkab mulai mengkaji solusi alamiah, salah satunya penangkaran burung hantu. Sebenarnya, musuh alami tikus adalah burung hantu dan ular. Namun ular terlalu berisiko. Penangkaran burung bisa dilakukan lewat kelompok tani. Setelah penangkaran, kandang burung bisa diletakkan di sudut-sudut sawah dan dijaga kelompok tani. Burung hantu akan bekerja setiap hari sehingga populasi tikus akan habis perlahan. ''Kalau hanya mengandalkan gropyokan musiman, tenaga akan tersita. Padahal, tikus bisa beranak ribuan,'' ujar dia. (H34-72) |