| Senin, 15 Januari 2007 | OLAHRAGA |
Withe Waspadai Kecepatan VietnamSINGAPURA-Indonesia bakal menghadapi Vietnam dalam pertandingan keduanya pada Grup B kejuaraan antarnegara anggota ASEAN (AFF Championship), sore ini di Stadion Nasional Singapura. Bila menang, Ponaryo Astaman dkk memastikan diri maju ke semifinal. Pelatih Indonesia, Peter Withe, memuji kemampuan calon lawannya, yang bermain imbang tanpa gol melawan Singapura, Sabtu lalu. "Mereka adalah tim tangguh, karena bisa menguasai bola dengan baik. Yang juga perlu diwaspadai adalah kecepatan beberapa pemainnya," tuturnya, kemarin. Sekalipun Vietnam tidak berhasil menciptakan gol pada pertandingan pertamanya, Withe berpandangan itu terjadi hanya karena faktor Dewi Fortuna yang tidak berpihak. Apalagi sebenarnya Phan Thanh Binh bisa menjebol gawang Liomel Lewis pada menit ke-77, namun dianulir wasit karena dianggap melakukan pelanggaran. Pria asal Inggris tidak mencemaskan kekurangtajaman strikernya, seperti terlihat melawan Laos. Pada pertandingan tersebut yang dominan justru gelandang serang Atep, lewat dua golnya. Dia mengaku nemiliki empat striker yang memiliki kemampuan setara. "Saya bisa memainkan siapa pun di antara mereka," kata mantan penyerang Aston Villa itu. "Mungkin akan sulit mencetak gol, tetapi mereka harus terus mencoba," tambahnya. Siap Tempur Seperti halnya kubu Indonesia, Vietnam melalui Pelatih Alfred Riedl menegaskan siap tempur. Terlebih setelah bermain imbang dengan Singapura, mereka tidak mempunyai pilihan selain menundukkan Tim Merah Putih untuk menjaga peluang Riedl memperkirakan pertandingan bakal berlangsung sangat ketat. "Kami akan berusaha meraih kemenangan. Siapa yang kalah bakal berat lolos ke babak selanjutnya, tuturnya, seperti dikutip situs resmi AFF Championship. Dia juga menilai kekuatan sesungguhnya Indonesia belum terlihat pada penampilannya ketika menundukkan Laos 3-1. Dengan hasil seri tanpa gol antara Singapura melawan Vietnam, untuk sementara Indonesia memimpin klasemen Grup B dengan tiga poin. Di bawah Indonesia bertengger Singapura dan Vietnam, sedangkan Laos menjadi juru kunci. (wgm-22) |