| Senin, 15 Januari 2007 | MURIA |
SIM pun Masuk PesantrenPATI-Setelah layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) masuk desa, sekolah, kini giliran masuk pondok pesantren. Sebanyak 78 pemohon SIM A, Sabtu (13/1) lalu harus mengikuti ujian tertulis di masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Isti'anah, Desa Plangitan, Kecamatan Pati. Dari pemohon sebanyak itu, kata Kasat Lantas Polres Pati, AKP Daniel Widya Muchtaram SIK, sebagian adalah santri pondok asuhan KH Nur Rochmad. Sebagian lainnya, warga di lingkungan ponpes tersebut. Kalangan pesantren, katanya, memang menjadi salah satu bagian yang dipilih untuk diberi pendidikan soal disiplin berlalu lintas. Alasannya, melalui para santri yang sudah berhak memegang SIM itu, akan bisa menyampaikan bagaimana berlalu lintas secara sopan kepada santri lain. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah sentuhan pengaruh untuk terciptanya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. ''Apalagi, jika para santri dewasa nanti sudah bisa menjadi guru ngaji,'' ucapnya. Pesan Moral Karena itu, katanya lagi, dalam mengajar ilmu agama tentu akan bisa diselipkan pesan moral tentang menghargai sesama pengguna jalan, baik kepada murid-muridnya, di lingkungan maupun di luar pesantren. Karena itu, sebelum pemohon mengerjakan soal teori tentang lalu lintas, mereka diberi arahan bagaimana setiap pemegang SIM harus semakin disiplin dan sopan di jalan, bukan sebaliknya. Selain mengerjakan teori soal ujian di masjid, untuk praktik mengemudikan kendaraan roda dua itu juga dilakukan di lingkungan ponpes itu. Banyak anak yang melihat kegiatan tersebut, diharapkan juga membawa dampak positif. ''Melalui model pendekatan seperti itu akan terus dicoba sampai tampak benar hasilnya,'' ucapnya.(ad-17) |