| Minggu, 07 Januari 2007 | OLAHRAGA |
PSISKoordinasi Antarlini LemahSEMARANG- Koordinasi antarlini pemain PSIS masih lemah. Hal itu tampak dalam pertandingan uji coba lawan PS POP yang berakhir 3-0 (2-0) di Stadion Citarum, Sabtu (6/1). Ketiga gol dipersembahkan Alfredo Figueora (18), Indriyanto Nugroho (25), dan Khusnul Yaqien (88). "Secara umum saya puas dengan permainan anak-anak. Hanya, koordinasi antarlini masih lemah. Itu harus segera dibenahi," tegas pelatih Bonggo Pribadi usai pertandingan. Bonggo patut puas dengan penampilan anak asuhnya sore itu. Serangan-serangan yang dilakukan Fofee Kamara cs penuh dengan variasi dan kombinasi. Bola yang dialirkan ke pertahanan lawan tidak hanya dari sektor sayap, tapi juga sektor tengah. Itu sesuai dengan harapannya dalam uji coba. Pada babak pertama, mantan kapten tim Mahesa Jenar tersebut menurunkan pemain pilarnya seperti Agus Murod (kiper), Fofee Kamara (libero), Zoubairou, Idrus Gunawan (stoper), Harri Salisburi (sayap kiri), Asep Winarso (sayap kanan), Kahudi Wahyu (gelandang bertahan), Indriyanto Nugroho, Ebi Sukore (gelandang serang), Alfredo Figueora, dan Khusnul Yaqien (striker). Julio Lopez absen di laga uji coba ini lantaran kaki kanannya cedera engkel. Hal itu terjadi dalam latihan beberapa waktu lalu. Jalannya pertandingan kemarin didominasi skuad Mahesa Jenar. Meski terus menggempur barisan pertahanan lawan, skuad Mahesa Jenar baru berhasil menjebol gawang POP pada menit ke-15. Nyaris Ambruk Sepuluh menit kemudian, giliran Indriyanto yang memaksa kiper POP memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Pertandingan uji coba tersebut disaksikan sekitar enam ribu penonton. Tribune barat yang belum selesai pembangunannya pun dipadati penonton. Bahkan, tangga yang menghubungkan lapangan dengan tribune setinggi tiga meter dengan kemiringan sekitar 45 derajat pun penuh sesak. Akibatnya, tangga tersebut tidak kuat menahan beban sehingga retak dan nyaris patah. Goncangan tersebut membuat penonton panik dan berlompatan turun ke lapangan menyelamatkan diri. Padahal, di bawah tangga juga banyak anak yang menyaksikan laga uji coba. Beruntung, tangga tidak roboh sehingga tidak memakan korban. (H13, H29-40) |