logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 05 Januari 2007 NASIONAL
Line

Diproduksi di Tegal

Mobil Mirip Pikap Trontong


SM/Jamal al Ashari TRAKTOR SEBAYU-1: Traktor dalam negeri, Sebayu-1 produksi Kabupaten Tegal.(57)

JANGAN kaget bila pada 2014 nanti, mobil buatan dalam negeri berkeliaran di kota-kota di Jateng. Jangan kaget pula bila mobil-mobil itu ternyata buatan Kabupaten Tegal. Saat ini, prototipe mobil bersilinder dua dengan 500 cc itu tengah dirancang di LIK Takaru Kabupaten Tegal.

Mobil masa depan tersebut dirancang teknisi-teknisi lokal bekerja sama dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bandung.

Desain mobil dengan roda empat itu sudah disusun oleh tim sejak 2000 lalu. Kini, mesin mobil sudah selesai dibuat, sedangkan kerangka mobil dalam proses pembuatan.

"Nantinya, jok depan hanya bisa untuk duduk sopir saja. Mobil itu didesain khusus untuk mengangkut barang. Nanti mirip pikap trontong," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Bambang Susanto, kepada peserta pers tour BIKK Provinsi Jateng.

Bahan baku mobil nasional itu juga serba dalam negeri, di antaranya berasal dari campuran aluminium. Proses pembuatan prototipe mobil itu sudah menapak ke langkah kesepuluh. "Ini sudah prototipe ke-10. Kami menyempurnakan terus. Target kami 2014 sudah selesai," kata dia.

LIK Takaru yang mempunyai nama panjang Lingkungan Industri Kecil Talang Cempaka Baru itu, tidak hanya sedang membuat mobil nasional, tapi juga sudah berhasil membuat traktor yang bagi petani. Sebayu-1, demikian nama traktor buatan Tegal tersebut. Pembuatan traktor itu sudah selesai.

"Traktor buatan Tegal ini dijual Rp 12 juta. Harganya lebih murah dibandingkan dengan produk impor yang harganya mencapai Rp 14 juta-Rp 16 juta," kata Bambang.

Dia menjamin, kualitas traktor made in Tegal tidak kalah dengan traktor-traktor buatan luar negeri. "Traktor merek Kubota, misalnya, 40 % spare part-nya dibuat di sini. Kami yang membuat," ujar dia.

Karena itu dengan pengalaman membuat spare part traktor untuk produk Kubota tersebut, putra-putri Kabupaten Tegal mencoba merakit sendiri traktor. Setelah traktor buatan dalam negeri itu selesai, merek sudah dipatenkan dengan nama Sebayu-1.

"Kami sekarang sedang memproduksi Sebayu-2. Maret 2007 nanti diluncurkan. Adapun kata Sebayu mengambil dari nama pendiri Kabupaten Tegal," kata Bambang.

Menurut Bambang, kalau pasarnya sudah jelas pihaknya sudah siap memproduksi traktor secara massal. Sekarang, tinggal tergantung kebijakan dari pemerintah dan kemauan dari pasar. (Jamal al Ashari-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA