| Sabtu, 30 Desember 2006 | SALA |
Protes Pelat Hitam, Awak Angkudes DemoWONOGIRI - Puluhan awak angkutan pedesaan (angkudes) yang tergabung dalam paguyuban ''bala roda'' Serikat Buruh Transportasi Wonogiri, Jumat (29/12), melancarkan aksi mogok massal. Mereka beramai-ramai berunjuk rasa ke DPRD dan Kantor Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (Dishubparsenibud). Di kantor DPRD, mereka kecele. Sebab, sebagian wakil rakyat sedang melakukan kunjungan lapangan. Mereka kemudian mendatangi Kantor Dishubparsenibud di Brumbung, Kecamatan Kota Wonogiri. Para peserta aksi yang mengaku kru angkudes jurusan Wonogiri-Baturetno-Tirtomoyo, itu menuntut agar Pemkab menghapus operasional mobil omprengan pelat hitam. Terutama untuk trayek Karangturi-Baturetno dan Karangturi-Tirtomoyo. ''Mobil pelat hitam itu merampas sebagian rezeki kami. Saat ini mendapatkan uang setoran Rp 50.000/hari sangat sulit,'' keluh Maryanto dan Widiyanto, wakil awak angkudes. Menurut Widiyanto, angkudes jurusan Wonogiri-Karangturi- Baturetno saat ini jumlahnya 70 unit. Sedangkan jurusan Karangturi-Tirtomoyo sekitar 25 unit. Di jalur yang sama, muncul sekitar 45 mobil omprengan pelat hitam. ''Kami menuntut agar mobil omprengan pelat hitam dirazia dan dilarang,'' desak Sugeng mewakili pendemo. Angkutan Baru Menurut Sugeng, para awak angkudes itu juga menolak wacana dari Pemkab untuk menambah angkutan baru di jurusan Karangturi-Baturetno dan Karangturi-Tirtomoyo. Namun Kepala Dishubparsenibud, Hendro Purbandoro SH MM, menyangkal wacana itu. Menurut dia, sejauh ini pihaknya belum pernah merencanakan tambahan operasional baru mobil angkutan di jalur itu. ''Keberadaan mobil omprengan pelat hitam itu merupakan masalah yang me-nasional. Artinya, terjadi di mana-mana. Tidak hanya di Wonogiri,'' katanya. Karena itu, jajaran kepolisian dan dinas terkait, akan melancarkan penyuluhan dan pembinaan kepada pemilik atau pengemudi mobil. (P27-50) |