| Sabtu, 30 Desember 2006 | SALA |
Diimbau Tak Mendaki Merapi
BOYOLALI- Warga yang akan merayakan malam tahun baru 2007 diimbau tidak mendaki Merapi. Sebab, kondisi gunung yang meletus beberapa waktu lalu, itu masih labil. Apalagi, saat ini memasuki musim hujan, sehingga rawan longsor. ''Memang hingga kini tidak ada larangan secara resmi, kami hanya sekadar mengimbau,'' jelas Kepala Kantor Kesbanglinmas Boyolali, Drs Albert Gintaryo. Dijelaskan, sesuai tradisi setiap malam tahun baru sebagian warga merayakan di puncak Merapi. Namun, karena kondisi salah satu gunung teraktif di dunia itu masih labil, warga diminta untuk menundanya. ''Kalau mau merayakan malam pergantian tahun, bisa saja tidak dengan mendaki Merapi. Toh, masih banyak kegiatan lain yang digelar di bawah seperti pertunjukan musik di Kridanggo maupun di Joglo Selo.'' Meski demikian, bila ada yang nekat pihaknya tidak bisa melarang. Namun, Gintaryo wanti-wanti agar melakukan koordinasi dengan Muspika Selo. Kembang Api Polres Boyolali telah menerima izin tiga keramaian menyambut malam tahun baru yang akan digelar Minggu (31/12) malam. Yakni, di Pengging, Waduk Cengklik, dan Kridanggo. Polres memberi izin ketiga pertunjukan itu dengan syarat ketat, terutama pengamanan terhadap para penonton. ''Sebelumnya, kami memanggil koordinator acara. Yang penting ada jaminan keamanan dan keselamatan para penonton. Sebab, kalau terjadi kerusuhan, polisi juga yang kena getahnya,'' ujar Kapolres, AKBP Muhari melalui Kasat Intel, AKP Marsudi. Dalam izin tertulis, pertunjukan musik di Kridanggo juga dilengkapi dengan pesta kembang api. (G10-50) |