logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 SALA
Line

Hujan 8 Jam, Ratusan Rumah Tergenang

  • Jalur Sukoharjo-Tawangsari Terputus

SUKOHARJO - Dua kelurahan di Kecamatan Sukoharjo dan di sejumlah ruas jalan tergenang air akibat hujan deras, Kamis (28/12) sore hingga kemarin pagi (sekitar delapan jam lamanya). Genangan yang paling parah terjadi di Kelurahan Jetis dan Kelurahan Combongan.

Di dua kelurahan tersebut, ratusan rumah penduduk terendam air dengan ketinggian sekitar 30 -75 cm. Sejumlah kantor dan sekolahan yang berada di Kecamatan Kota Sukoharjo, juga tergenang. Luapan air hujan yang melanda di sejumlah tempat tersebut, diyakini akibat saluran irigasi tidak mampu menampung air hujan.

Hujan deras yang berlangsung sekitar delapan jam tanpa henti itu juga mengganggu jalannya arus lalu lintas. Karena sejumlah jalan raya seperti jalan lingkar selatan dan jalan raya Sukoharjo-Tawangsari tergenang air.

Bahkan akibat luapan air, arus lalu lintas jurusan Tawangsari-Sukoharjo terputus sejak Jumat pagi. Hal itu disebabkan, genangan air di jalan raya sebelah utara pabrik tekstil PT Sritex, mulai dari pertigaan Seliran hingga pertigaan Pangin, dengan ketinggian berkisar antara 50-100 cm. Di lokasi tersebut, banyak motor dan mobil terjebak banjir dan menumpuk di tengah jalan.

Dialihkan

Upaya untuk mengatasi kemacetan, jalan ditutup dengan penjagaan ketat satuan petugas dari Polres Sukoharjo maupun dari Satpol PP. Arus lalu lintas dialihkan lewat timur. Jalur dari arah Tawangsari dialihkan lewat jalan lingkar selatan tembus Gamping dan Proliman. Sedang dari arah Sukoharjo, arus lalu lintas dialihkan dari pertigaan Seliran menuju Dukuh Gamping, Joho.

Berdasar pemantauan di lokasi, ada sekitar 150 rumah warga Pangin dan Seliran kemasukan air bah. Begitu pula, puluhan rumah di Kelurahan Combongan juga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm.

Menurut keterangan sejumlah warga Jetis, banjir mulai terjadi sejak Jumat (29/12) pukul 02.00. Melihat datangnya air bah yang mengenangi rumah penduduk, warga panik dan langsung mengemasi barang-barang miliknya agar tidak terkena air. Bahkan, beberapa warga ada yang sempat mengungsi ke rumah saudaranya.

Kepala Cabang DPU Kecamatan Sukoharjo, Suparwi yang berada di lokasi mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah tempat bukan akibat luapan air sungai, melainkan karena tingginya curah hujan.

Menurutnya, dampak tingginya curah hujan yang mencapai 127 mm, mengakibatkan saluran irigasi tidak dapat menampung air hujan. Padahal, saluran irigasi di lingkungan pemukiman penduduk sudah normal, setelah dilakukan perbaikan.

Dia mengakui, sebelumnya daerah Seliran menjadi langganan banjir. ''Namun setelah saluran irigasi dibenahi, ternyata banjir tetap saja terjadi,'' jelasnya. (G11-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA