| Sabtu, 30 Desember 2006 | SALA |
Ratusan Warga Mengungsi
KLATEN - Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Gamping di perbatasan Desa Burikan dan Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kamis malam (28/12), semakin besar. Selain empat dusun di Desa Karangasem, banjir juga mengakibatkan Desa Nanggulan yang berada di sebelah baratnya, terendam. Warga yang panik beramai-ramai mengungsi ke daerah aman sambil membawa perabot rumah, meskipun saat itu hujan sangat deras. Sampai Jumat pagi (29/12), dua desa itu masih diselimuti suasana mencekam. Air masih menggenangi jalan, pekarangan, dan sebagian rumah warga. Meski demikian, beberapa warga mulai menjemur perabot rumah dan buku yang basah. ''Kami sekeluarga panik, karena air sudah masuk rumah,'' tutur Tukinem, warga Dukuhan, Desa Karangasem. Air mulai membanjiri permukiman dan rumah warga pukul 20.30. Bahkan di sisi timur dusun, air sudah menggenangi rumah setinggi dua meter. Warga kemudian dievakuasi oleh Tim SAR, polisi, dan Kodim 0723/Klaten. Begitu juga warga dusun yang lain seperti Namengan, Bengkalan, dan Gadingan. Proses evakuasi itu berlangsung sampai pukul 02.00 karena terhambat air yang mengalir deras. Apalagi, tim hanya berjalan kaki saat menembus air setinggi dada orang dewasa. Bupati Sunarna SE, Dandim 0723 Letkol Agus Woro, Wakil Ketua DPRD Anang Widayaka, dan beberapa anggota DPRD memimpin langsung evakuasi tersebut. Meski demikian, ada juga warga yang tidak mau diungsikan''Saya pilih tidak mengungsi dan menjaga barang-barang,'' tutur Suparno, warga Gadingan, Karangasem. Bantuan Kades Karangasem Sugianto mengatakan, Karangasem, dan wilayah Cawas lainnya sudah diguyur hujan deras sejak Kamis pukul 16.00. Akibatnya, dua tanggul jebol, yakni sepanjang 17 meter dan 25 meter. Dia juga mengatakan, tanggul harus segera diperbaiki agar tidak terjadi banjir susulan. Terkait dengan kejadian itu, Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs Eko Medi Sukasto mengungkapkan, Pemkab telah mengirim 2.000 karung pasir dan logistik. Namun mereka tidak berencana merelokasi warga, karena air mulai surut dan tidak ada hujan susulan. (H34-72) |