| Sabtu, 30 Desember 2006 | PANTURA |
Warga Geruduk Tempat PelacuranBATANG - Sekitar 300 warga Desa Klidanglor, Kecamatan Batang, kemarin menggeruduk komplek permukiman di Dusun Sidorejo. Kedatangan mereka yang didampingi perwakilan anggota Front Pembela Islam (FPI) menuntut agar permukiman itu bersih dari ajang prostitusi dan pelacuran. Mereka mulai datang ke lokasi yang menuju ke arah objek wisata Pantai Sigandu itu sekitar pukul 14.00. Aksi demo diikuti oleh ibu-ibu, remaja, dan anak-anak. Sementara itu, puluhan anggota Polres dibantu Polwil berjaga-jaga. Saat datang, rumah-rumah tidak ada yang buka. Jusru, beberapa pemiliknya terlihat bergerombol di tempat parkir guna menyambut perwakilan warga. Amir Hamzah dalam orasinya meminta, agar pemilik rumah tidak menggunakan tempat tinggalnya untuk kegiatan prostitusi. ''Sebagai warga Batang, kami menolak adanya kemaksiatan. Karena pelacuran, miras, dan narkoba harus kita berantas bersama,'' ujar dia. Penyakit Masyarakat Kepada aparat keamanan, hendaknya bersikap pro aktif memerangi penyakit masyarakat. Kalau hal itu dibiarkan, akan merusak moral. ''Apabila tempat ini masih dijadikan lokalisasi dan praktik pelacuran, kami bersama warga akan datang lagi dalam jumlah yang banyak dan melakukan sweeping di rumah-rumah.'' Tokoh pemuda Klidanglor Apendi menegaskan, pihaknya tidak bisa mengusir pendatang yang mendiami rumah di Dusun Sudorejo itu. Namun, yang tidak dikehendaki adalah menjadikannya sebagai tempat kemaksiatan. ''Kami menolak dan akan mengusir orang-orang yang mendiami rumah di Sidorejo ini apabila masih menggunakannya sebagai tempat pelacuran.'' Kapolsek Batang Kota, AKP Agus Purwoto SH kepada warga berjanji menindaklanjuti permintaan warga. Sebaliknya, mereka diimbau tetap menjaga situasi yang kondusif. Mendengar jawaban itu, massa selanjutnya membubarkan diri. ''Kami tetap akan memantau setiap hari,'' tegas Amir Hamzah. (ar-54) |