| Sabtu, 30 Desember 2006 | PANTURA |
Pemalang Tak Akan Kekurangan BerasPEMALANG - Areal pertanian di Pemalang mampu menghasilkan produksi padi yang cukup bagus. Baik pada musim kemarau maupun hujan sehingga mengalami surplus beras pada 2006 sebesar 91.645 ton. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Bina Ketahanan Pangan Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani seusai menyaksikan hasil panen padi di area demonstrasi Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kamis (28/12). Hadir Kepala Dinas Pertanian Jateng Ir Bambang S dan Kepala Dipertan Pemalang Ir Kasir Sahuri. ''Saya senang melihat hasil panen di sini (Desa Semingkir-Red). Hasil ubinannya lebih tinggi dibandingkan daerah lain sehingga sangat mendukung dalam program ketahanan pangan di Jateng,'' katanya. Area demonstrasi tanaman padi di Desa Semingkir seluas 25 hektare. Dikerjakan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jirolu bekerja sama dengan Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) Pemalang terutama dalam hal pemasarannya. Dikatakan Ketua LUEP Ir Slamet Riyanto, tugas lembaganya adalah membantu pembelian gabah dari petani sehingga tidak dipermainkan oleh para penebas. Adapun harganya melebihi harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 2.250 untuk gabah kering panen (GKP), sedangkan HPP Rp 1.730/kg GKP. Hasil ubinan pada lahan tersebut cukup bagus, mencapai 8,5 ton/hektare. Program pembelian gabah dengan dana LUEP telah berjalan beberapa tahun. Selama ini berjalan lancar dan dana bisa dikembalikan lunas tepat waktu. Pada 2006 dana LUEP di Pemalang yang digunakan untuk pembelian gabah petani total sebesar Rp 3,8 miliar. Berasal dari dana APBN Rp 1 miliar dan APBD Rp 2,8 miliar. Pada tahun ini ketersediaan pangan berupa beras di Pemalang 179.476 ton. Jumlah penduduk 1.357.938 jiwa dengan kebutuhan pangan sebesar 87.831 ton. Dengan demikian mengalami surplus beras sebanyak 91.645 ton. (sf-70) |