| Sabtu, 30 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Tiffany, Pemecah Rekor NasionalSEMULA tak ada sebersit pun di benak Tiffany Sudarma untuk menjadi perenang tercepat di Indonesia pada nomor 100 meter gaya punggung putri KU III. Tanpa beban, atlet berusia 12 tahun itu asal terjun, berusaha berenang secepat-cepatnya untuk menjadi juara di ajang Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) Ke-28, yang digelar sejak Rabu (27/12) lalu. Namun ternyata ada sejarah baru yang diukirnya, saat alat pencatat waktu berhenti pada angka 01:10.20 bersamaan tangannya menggapai finish. Ya, catatan waktu atlet kelahiran Pasadena Amerika Serikat (AS), 9 Agustus 1994 itu, ternyata mampu memecahkan rekor nasional atas nama Meitri Widyapangestika yang sudah bertahan 10 tahun. Meitri mencatat tempo tercepat 01:10.22 di Jepang, 13 September 1996. ''Senang?'' Sulung dua bersaudara buah hati Thomas Sudarma - Ida Setiawan itu tersenyum-senyum. ''Tentu senang,'' ujarnya sambil melirik sang ibu yang menemaninya. Mulai masuk klub renang ketika duduk di bangku kelas III SD, Tiffany ternyata tidak sepi prestasi. Beberapa kali gelar juara pernah digapai dari ajang Porseni SD di Bandung. Setelah itu, dia melanjutkan studi ke grade 7 Austin School Texas, AS. Kemampuannya beradu cepat di kolam semakin tertempa. Lebih-lebih di kawasan tempat tinggalnya di Negara Paman Sam itu, setiap bulan selalu digelar kejuaraan renang. Meski demikian, atlet yang bernaung di bawah bendera klub Cucut (CCT) Jakarta itu tidak begitu saja meninggalkan kiprahnya di Tanah Air. Pada kejuaraan-kejuaraan bergengsi di Indonesia, dia tetap turun. Pada Asian Cup di Jakarta, Juni lalu, dia juga berhasil memecahkan rekor pada nomor 50 meter gaya punggung. Apakah ada darah perenang mengalir di tubuh ABG berambut sebahu itu? Sang bunda menggeleng. ''Tak ada sama sekali. Bahkan saat kecil dia tidak suka berenang. Selalu menangis saat akan turun di kejuaraan. Tetapi sekarang prestasinya mulai terlihat,'' kata Ida, yang selalu memberi dukungan kepada sang buah hati. Ditanya obsesinya ke depan, lagi-lagi Tiffany cuma tersenyum. Justru Ida yang menyahut bahwa keinginan putrinya untuk melaju ke Olimpiade. Tentu saja sebelum itu di SEA Games terlebih dulu. (Setyo Wiyono-28) |