logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 NASIONAL
Line

Lahar Dingin Ancam Tiga Desa

BOYOLALI- Warga tiga desa di lereng Gunung Merapi yakni Desa Tlogolele, Klakah, dan Jrakah yang berada di Kecamatan Selo diminta waspada. Pasalnya, ketiga desa itu terancam banjir lahar dingin seiring meningkatnya curah hujan di puncak Merapi.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Selo, Mulyanto mengatakan, pihaknya terus-menerus melakukan pemantauan di puncak Merapi. Dia meminta warga di tiga desa tersebut untuk senantiasa waspada. Diperkirakan bila hujan deras terus muncul, maka banjir lahar dingin pun tak terelakkan. Apalagi, ancaman tersebut sudah mulai nampak di Kali Apu yang sudah penuh dengan material pasir dan batu hingga memenuhi cekdam.

Waspada

Kekhawatiran semakin bertambah karena Sungai Trising yang mengarah ke Sawangan, Magelang juga sudah dipenuhi material. Bila hujan deras terus terjadi di puncak, maka dipastikan bakal terjadi banjir lahar dingin. Luapan banjir juga akan mengalir ke Kali Apu. Apalagi bila sampai terjadi longsor di Sungai Trising, dipastikan Desa Tlogolele khusususnya tiga dukuh yaitu Stabelan, Belang, dan Takeran akan tergenang karena berada persis di bawahnya. "Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena sejak 25 tahun terakhir baru kali ini Sungai Trising dipenuhi material pasir dan batu."

Untuk antisipasi, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab dan satgas desa setempat. Warga diminta segera mengungsi bila banjir lahar dingin mulai datang.

Jalur pengungsian terdekat adalah menuju SD Sengi 1, Sawangan, Magelang sejauh 3 km. Pihaknya juga sudah menjalin koordinasi dengan Pemkab Magelang untuk menampung para pengungsi nantinya. "Logistiknya, tetap kami yang membantu melalui jalur Selo."

Senada, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Boyolali, Drs Albert Gintaryo mengingatkan warga di tiga desa tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya juga sudah menyiapkan jalur aman pengungsian baik ke arah Magelang maupun Selo, Boyolali. Jalur ke Magelang menuju SD Sengi disiapkan bagi pengungsi Desa Tlogolele. Sedangkan bagi pengungsi asal Desa Klakah dan Jrakah bisa melalui jalur Bangunsari.

"Kami sudah membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan Jembatan Bangunsari yang tergerus air."

Sementara itu dari pantauan Suara Merdeka, ratusan penambang menggali pasir yang memenuhi cekdam Kali Apu. Dengan peralatan sekop dan linggis, mereka giat mengumpulkan pasir untuk dijual. Pasir dikumpulkan di pinggir sungai sembari menunggu pembeli datang ke tempat tersebut. Namun harga pasir kini anjlok dari sebelumnya Rp 55 ribu - Rp 60 ribu/truk, menjadi Rp 45 ribu/truk. Sedangkan pembeli dengan colt, hanya diminta membayar Rp 20 ribu.

"Pembayaran kontan karena penambang tak mau ambil risiko," ungkap seorang penambang, Slamet (39). (G10-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA