| Sabtu, 30 Desember 2006 | NASIONAL |
Polling Cagub Dinilai Main-mainKeluarga Budi Santoso Keberatan
SEMARANG - Keluarga Ir Budi Santoso tidak bersedia diikutkan dalam polling calon gubernur Jawa Tengah yang diselenggarakan Radar Semarang dan Meteor. Budi Santoso yang saat ini masih berada di luar negeri, mengemukakan hal itu melalui telepon kemarin malam. "Kami tidak bersedia diikutkan dalam polling itu, karena kami nilai prosedurnya tidak jelas serta tidak profesional. Nama saya diusulkan, menggantikan Kukrit (Kukrit Suryo Wicaksono, putranya-Red). Kesan saya itu main-main, dan keluarga saya yang dibuat objek," katanya. Karena prosedur, proses dan akuntabilitasnya tidak jelas, ia berpendapat, polling itu belum mencerminkan aspirasi yang sesungguhnya dari masyarakat Jawa Tengah. Cara penjaringan nama-nama juga dinilai tidak jelas. Karena itu, katanya, pasti tidak objektif, dapat dipolitisasi, dan bahkan tendensius. "Itu kami rasakan sebagai hal yang tidak menyenangkan bagi saya dan keluarga." Dia menjelaskan, semula foto dan nama Kukrit Suryo Wicaksono dicantumkan dalam polling di Radar Semarang. Melalui surat, Kukrit juga menyatakan keberatan diikutsertakan, kemudian fotonya tidak lagi dipasang pada deretan "calon-calon". Tetapi foto Budi Santoso kemudian dimuat sebagai salah satu "calon". Sementara itu dia juga diikutsertakan dalam polling yang sama di koran Meteor. "Saya perlu menekankan, keluarga Budi Santoso tidak bersedia dan menolak diikutsertakan dalam polling itu. Bukan dalam pencalonan gubernur. Antara polling dan pencalonan gubernur adalah masalah yang berbeda. Berkaitan dengan soal pencalonan gubernur, saya belum menentukan sikap. Kalaupun saya harus menjawab tentang sikap saya, maka yang pertama kali berhak menerima jawaban adalah PDI-P Jateng, karena partai itulah yang pernah secara resmi melamar saya untuk dicalonkan," katanya. Cari Tokoh Dua media itu merespons keberatan keluarga Budi Santoso ini. Pada edisi Jumat (29/12) di Radar Semarang dan Meteor, sudah tidak dicantumkan di deretan "calon", meski masih dipasang hasil polling dengan ukuran lebih kecil di luar kotak nama-nama "calon" bersama Sukawi Sutarip. Sedangkan di Meteor, nama dan foto Budi Santoso sudah tidak dipasang. Di dekat materi polling itu dimuat foto dan nama Budi Santoso dan Sukawi Sutarip yang diberi keterangan, "Kedua tokoh itu tidak siap di-polling-kan untuk menjadi cagub Jateng periode 2008-2013. Karena itu mulai hari ini fotonya diturunkan." Ketika dikonfirmasi per telepon, Pimpinan Grup Jawa Pos Jateng-DIY, Don Kardono, menolak anggapan polling calon gubernur yang dimuat dua media itu dilakukan atas dasar main-main. Menurut dia, jajak pendapat via SMS itu merupakan kerja serius, yang dimaksudkan untuk mencari tokoh yang layak untuk memimpin Jateng ke depan. "Polling itu merupakan upaya menjaring tokoh-tokoh yang diinginkan pembaca, untuk menjadi calon gubernur/wagub Jateng. Pak Budi dan Mas Kukrit, kami pandang sangat layak untuk masuk dalam daftar calon tersebut," ujar Don. Namun, kalau yang bersangkutan tidak menghendaki, lanjutnya, pihaknya tidak akan memaksa. "Bahwa nama beliau-beliau masih kami pasang, itu karena kami tidak mungkin menyembunyikan hasil polling yang telah didapatkan sebelumnya." Don juga menampik, polling pilgub pada kedua medianya itu sarat nuansa politik. "Tidak, sama sekali tidak ada nuansa politik. Tujuan kami semata-mata untuk menjaring tokoh-tokoh yang dianggap mampu."(H9-60) | ||||