| Sabtu, 30 Desember 2006 | NASIONAL |
Daging dan Susu Hewan Kloning Aman DikonsumsiWASHINGTON - Produk dari daging binatang hasil kloning akan segera membanjiri rak-rak supermarket, dan kelompok-kelompok advokasi mungkin terlibat perdebatan sengit. Pasalnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS), Kamis lalu, mengemukakan daging dan susu dari hewan kloning aman dikonsumsi manusia. Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) menyampaikan pengumuman tersebut setelah penelitian menunjukkan daging dan susu hewan kloning serta keturunannya, sama amannya dengan hewan yang dibiakkan secara konvensional. "Berdasarkan analisa FDA terhadap ratusan tinjauan ulang sejenis serta penelitian-penelitian mengenai kesehatan dan komposisi makanan dari hewan kloning dan keturunannya, naskah isi pemeriksaan risiko memutuskan daging dan susu hewan kloning maupun keturunannya sama amannya dengan makanan yang setiap hari kita konsumsi," kata Stephen Sundlof, direktur pusat kesehatan hasil ternak FDA. "Kloning tidak menunjukkan risiko khas terhadap kesehatan hewan dibandingkan dengan teknik bantuan pembiakan lainnya yang akhir-akhir ini digunakan di peternakan AS." Batas Akhir FDA menetapkan 2 April 2007 sebagai batas akhir pendapat publik atas hal tersebut, setelah itu akan dilakukan peninjauan ulang data-data kemudian diputuskan apakah penundaan pemasaran daging dan susu dari sapi, babi dan kambing kloning akan dihapus. "Keputusan mengenai hal ini mungkin pada akhir 2007," kata Sundlof. Jika penundaan itu dihapus, AS akan menjadi negara pertama yang membolehkan makanan produk kloning sebagai pasokan makanan. Sundlof mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah produk hasil kloning harus diberi keterangan khusus. "Keputusan akhir akan kami berikan setelah meninjau ulang semua pendapat dan memutuskan soal pemasangan keterangan khusus." Dia menambahkan, berdasarkan semua bukti ilmiah baru, tidak ditemukan alasan yang mengharuskan makanan hasil kloning diberi keterangan khusus. Sundlof juga mengatakan, jika makanan hasil kloning diizinkan, produk itu dapat diekspor. Para pengeritik mengecam pengumuman FDA itu. Mereka menunjuk jajak pendapat independen yang menyatakan 60 persen rakyat AS menolak pengkloningan hewan, dan tidak akan membeli daging serta susu hasil kloning, meski pemerintah mengatakan hal itu aman. Abaikan Data Pemerintah "Kami pikir ini akan menjadi keputusan sangat buruk," kata Carol Foreman, direktur kebijaksanaan makanan pada Feredasi Konsumen AS, kepada AFP. "Kami mengimbau masyarakat mengirim pesan kepada FDA, para anggota Kongres, supaya menyerukan kepada FDA agar mundur." Dia mengatakan, setiap langkah dari pemerintah akan disusul imbauan kelompok advokasi kepada masyarakat untuk menekan pengecer agar tidak menjual produk hasil hewan kloning. Foreman juga mengatakan, pemerintah mengabaikan data ilmiah yang menunjukkan kehamilan kloning sering berakhir dengan keguguran serta banyak hewan hasil kloning cacat dan tidak mencapai dewasa. "Dengan kata lain, tidak ada nilai publik dari teknologi yang menyebabkan kekhawatiran serius mengenai kekasaran terhadap hewan dan perlakuan buruk yang menjadi langkah licin menuju pengkloningan manusia," katanya. Hewan kloning merupakan salinan serupa secara genetis dari hewan donor. Dolly, seekor biri-biri betina, adalah mamalia pertama yang berhasil dikloning pada 1996. Ilmuwan sejak itu mengaplikasikan teknik tersebut pada sapi, kuda, babi, serta mamalia lainnya. Sundlof menyebutkan, jika penundaan makanan hasil hewan kloning dihapus, mungkin konsumen tidak banyak mengkonsumsi makanan tersebut karena penggunaannya akan lebih banyak untuk pembiakan. Dia juga menekankan saat ini hanya beberapa ratus hewan kloning yang eksis.(afp-ant-26) |