| Sabtu, 30 Desember 2006 | MURIA |
Air Kali Juwana Mulai MeluapPATI-Sejak Jumat (29/12) pagi kemarin, air Kali Juwana meluap dengan membawa endapan lumpur dan eceng gondok. Hal itu akibat turunnya hujan deras di kawasan Lereng Muria selama dua hari terakhir. Dari pantauan di sekitar Jembatan Tanjang dan Ngantru yang membentang di atas alur kali itu, luapan air sampai siang kemarin sekitar pukul 11.00 tak melebihi ketinggian tanggul. Warga yang tinggal di pinggir bantaran kali pun tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Sarjo (46), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati mengatakan, air kali yang meluap itu belum membahayakan. Bahkan, sampai air masuk ke perkampungan pun oleh warga dianggap sebagai hal biasa di musim hujan. ''Sepanjang posisi rumah belum terendam, upaya untuk mengungsi tidak perlu kami lakukan. Tempat pengungsian biasanya di jalan raya sekitar jembatan.'' Jika tempat itu tidak mampu menampung lagi, dia menambahkan, baru ke desa tetangga, seperti Desa Mustokoharjo dan Gajahmati, Kecamatan Pati. Dangkal Kasubdin Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati, H Soetarno ST ketika dihubungi menjelaskan, air Kali Juwana yang meluap itu akibat besarnya debit air dari sejumlah kali yang berhulu di Lereng Muria. Kali itu adalah Piji, Logung, Dawe, dan Kali Asemdoyong, semuanya di wilayah Kudus. Selain itu, beberapa sungai di Pati, seperti Sungai Langkir, Ngeluk, Blaru, Sani, Simo, Bapoj, dan Kali Gungwedi-semuanya bermuara di Kali Juwana. Dia menyatakan prihatin, karena sepanjang alur Kali Juwana sudah dangkal. ''Dengan demikian, tampungan air yang harus dibuang ke laut tidak bisa maksimal,'' ucapnya.(ad-17) |